KEPUTUSAN HAKIM ATAS GAYUS

3 SAMPAI 4 TAHUN DALAM PENJARA, BEBAS
GAYUS JADI KONGLOMERAT
Siapa sangka Gayus divonis begitu ringan oleh pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Itu artinya Gayus akan menjalani hukuman sekitar 3 sampai 4 tahun setelah itu, bebas bersyarat, lalu menjadi seorang konglomerat. Ini adalah kebijakan yang keliru yang diambil oleh para dewan Hakim untuk memvonis Gayus hanya 7 tahun masuk penjara.
Gayus merupakan salah satu contoh buruk pribadi PNS yang barang kali bukan Cuma di Dirjen Pajak, tapi mungkin masih banyak joki-joki lain yang dipiara di oleh para pimpinan untuk kepentingan kelompok mafia ibaratnya Gayus. Kelas-kelas Joki seperti Gayus biasanya:

1. Mengatasnamakan Isntasi melalui pimpinan untuk menyelesaikan persoalan pihak lain yang berhubungan dengan instansinya, dimana sudah secara otomatis, karena sudah merupakan cultur untuk berdamai secara tidak sehat dengan pihak-pihak yang berhubungan dengan instansinya untuk kepentingan kelompok mafia.
2. Mengatasnamakan pimpinan maupun instansi dalam menyelesaikan sebuah persoalan dengan pihak lain untuk kepentingan sendiri, karena merasa sebelumnya jatahnya/bagiannya terlalu sedikit, padahal dia merasa bahwa dia adalah orang yang paling berjasa didalam kelompok mafia berseragam itu.

Nah dari kebiaasan joki-joki itu Gayus berperan pada alternatif yang mana? Bekerja sendiri atau bersama-sama? Korup sendiri atau beramai-ramai?
Tapi intinya adalah, bahwa penulis merasa putusan hukumannya terlalu ringan untuk Gayus yang hanya tujuh tahun panjara. Seharusnya hukumannya harus lebih sangat berat dan semua harta diperolehnya setelah menjadi PNS harus diambil kembali oleh Negara, sehingga dia bisa buka mulut untuk mengajak orang lain masuk penjara. Seandainya hukuman Cuma sedemikian tanpa adanya sanksi-sanksi lain, maka saya khawatir untuk seterusnya orang tidak mungkin akan jerah melakuklan hal yang sama seperti yang dilakukan Gayus……… Wong begitu bebas jadi kongmerat eeeeeeeee……..

2 thoughts on “KEPUTUSAN HAKIM ATAS GAYUS

  1. jadi di rencanakan sebelumnya karena uang pemerintah yang di colong ama gayus bukan jumlah ribuan, ratusan ribu, jutaan tapi puluhan miliar, jadi dewan hakim gayus wajib di hukum seumur hidup karena sudah merugikan Negara.

    perlu di ingat dewan hakim……!
    1. kenapa pak hakim/ibu hakim tidak memberatkan hukuman gayus?
    2. Padahal pak hakim/ibu hakim tahu bahwa dia paling, mencuri, penudong alias perampok uang Negara?
    3. Kalo pak hakim tidak tahu atau pura-pura tidak tahu, mendingan pak hakim mundur dari jabatanny, atau pak tidak bias memutuskan masalah masalah gayus dengan adil, mendingan pak hakim/ibu hakim mundur dari jabatannya, kalo nggak hakim jualan es cendol aja biar pikirannya tenang ok? Atau jangan-jangan pak hakim/ibu hakim kebagian warisan dari gayus?
    4. Kenapa kalo maling ayam atau maling semangka di poroses segitu bertanya? Kenapa?
    5. Kalo hukum di Indonesia Berlaku hanya pada orang kecil saja atau orang bawahan saja bukan untuk semua insane di Indonesia, saya sebagai orang kecil berdoa semoga ALLAH melaknat orang- orang yang duduk di atas pemerintahan yang tidak berlaku adil alias dewan hakim/ ibu hakim. amin
    6. Pak dewan hakim atu ibu hakim bangunlah- bangunlah bangunlah pak dawan jangan tidur malulu Negara member ngaji sama pak hakim bukan untuk dewan hakim kayak loooo yang kerjaanya hanya molor molor dan kaluar eler terus.
    7. Pak hakim sekali lagi saya sarankan kepada bapak dewan hakim berlau adillah kepada diri sendiri, rakyat atau Negara bahkan semua mahkluk yang ada di bumi, kalo pabak/ibu tidak bias adail lebih baik bapak/ibu segera mundur dari jabatannya, karena saya sebagai rakyat kecil masih sayang sama bapak/ibu dewan hakim, karena hidup bukan di dunia saja melainkan di akhirat
    8. ALLAHLAH TUHAN YANG MAHA ADIL ingat itu !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    yang meringankan hukum gayus bukan dewan hakim tapi iblis/ syaitan laknatullah alaihim yang berwujud manusia semoga ALAAH memberi hukuman di dunia dan akhirat bagi orang yang mendukungnya.Amin

    1. Dunia memang semakin tua, Sebenarnya semua manusia semakin matang dalam memandang berbagai persoalan termasuk tidak ingin merampas hak milik orang lain. Sehingga harus lebih sadar dalam melakukan berbagai hal. Termasuk sudah saatnya kita semua insaf untuk berkata TOBAT. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s