ELPIJI DAN MINYAK TANAH

ELPIJI BELUM MERUPAKAN SEBUAH KEHARUSAN

UNTUK MENGGANTI MINYAK TANAH

Ternyata tabung gas ini sering meledak di rumah-rumah dari masyarakat kalangan ekonomi lemah

Elpiji merupakan bahan bakar pengganti minyak tanah ini terkesan pemaksaan kehendak oleh pihak pemerintah untuk mengharuskan sebagian rakyat Indonesia agar tidak mempunyai pilihan lain untuk menggunakannya sebagai salah satu kebutuhan pokok keluarga. Karena seharusnya pemakaian bahan bakar elpiji ini merupakan sebuah pilihan, berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Artinya yang bersangkutan memang sudah siap untuk menggunakannya. Dengan demikian pengguna sudah memastikan dirinya untuk selalu memperhatikan hal-hal seperti, pembelian gas elpiji, merawat tabung, selang dan regulator secara teratur sehingga dapat menghindari kejadian-kejadian seperti meledaknya tabung gas elpiji.

Lalu apa yang terjadi bagi mereka yang dengan terpaksa harus menggunakannya? Jelas bahwa pasti akan merasa sangat terpaksa karena harus mengeluarkan uang belas-an ribu untuk memasak saat isi gas elpiji sudah habis. Bagi mereka yang belum siap menggunakannya biasanya berasal dari kalangan ekonomi lemah. Coba bayangkan……… untuk mendapatkan sesuatu untuk dimakan saja susah, apa lagi harus merawat selang dan regulator tabung gas yang sebenarnya sudah tidak layak digunakan. Inilah yang terjadi saat ini sehingga sering terjadi kabakaran karena ulah tabung gas elpiji yang meledak dimana-mana seperti yang kita dengar dan lihat dari tayangan media elektronik melalui televisi.

Oleh karena itu  penulis menyarankan;

1. Kembalikan subsidi minyak tanah untuk kebutuhan masyarakat.

2. Pengguna gas elpiji tidak untuk mereka yang merasa terpaksa menggunakan.

3. Biarkan masyarakat menggunakannya kalau sudah siap sebagai bagian dari kebutuhan bukan keinginan pemerintah atau orang lain.

4. Dengan demikian elpiji bukan merupakan sebuah keharusan untuk mengganti minyak tanah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s