SESAAT BERSAMA GUBERNUR NTT

Secara kebetulan gubernur NTT Frans Lebu Raya hadir pada acara pembubaran panitia syukuran FREN dengan warga NTT  se Jabodetabeg di Restoran sederhana Handayani Minggu, 30 Nopember 2008. Edu Lamablawa selaku ketua panitia melaporkan hasil kerja keras panitia hingga terselenggaranya acara tersebut dihadapan anggota panitia, gubernur serta sekda NTT. Selanjutnya Edu menyampaikan rasa terima kepada anggota panitia dan segenap warga asal NTT se Jabodetabeg yang terlibat secara langsung maupun tak langsung dalam mensukseskan acara tersebut.

Dalam rangka pembubaran panitia ini merupakan kesempatan yang baik untuk dapat bertemu dengan gubenur NTT. Dihadapan panitia yang kurang lebih 40 orang gubernur menyampaikan bahwa NTT mesti bangkit untuk mengembalikan harga diri dari image ketertinggalan dan kemiskinan. Isu kemiskinan serta pendapatan asli daerah NTT yang minim membuat suara gubernurnya menjadi tak kedengaran sampai ketingkat pusat. Walau berkali-kali para gubernur NTT berteriak untuk minta diperhatikan dari masa kemasa. Hal ini mebangkitkan semangat Frans Lebu Raya untuk berdialog bersama dengan gubernur NTB sebagai kembarannya dan gubernur Bali sebagai propinsi induk dari Nusa Tenggara ( Sunda Kecil) sebelum lahirnya NTT dan NTB pada perjalanan dinasnya bersama sekda sebelum berkunjung dengan anggota DPR RI asal warga NTT di Jakarta. Dengan harapan semoga suara para gubernur ini dapat didengar pemerintah pusat. Maka ketiganya telah sepakat untuk rencana bekerja sama dalam berbagai aspek yang konkritnya akan dibicarakan kemudian pada bulan Desember 2008 ini. Demikian dipaparkan gubernur NTT Frans Lebu Raya.

Pada kesempatan lain Lebu Raya menghimbau masyarakat NTT ditempat perantauan harus mesti menjaga martabat dan harga diri tanah kelahirannya (red: NTT), serta bisa menjadi warga perantau yang dihormati, dihargai oleh orang disekelilingnya. Maka jadilah orang baik-baik agar dapat berkompetisi secara sehat diperantauan dan semoga dapat menyumbangkan pikiran, tenaga dan atau mengajak relasi  / inverstor untuk membangun NTT demi kesejatraan masyarakatnya.

Pertemuan sesaat yang memakan waktu kurang dari dua jam itu terkesan begitu berarti semoga harapan dan komitmen serta kerja keras dari kita sebagai warga NTT, baik swasta maupun pemerintah perlu diwujudkan dalam tindakan nyata. Apa lagi jauh dari korupsi.

2 thoughts on “SESAAT BERSAMA GUBERNUR NTT

  1. Benarkah orang NTT ditanah perantauan sudah mampu menjaga martabat dan harga dirinya… Pertanyaan ini, terus menghantui setiap orang NTT yang sudah dan sedang menginjakan kakinya di perantauan…

    Hemat pendapat saya dan banyak yang terjadi, Bukannya menjaga martabat dan harga dirinya, tetapi antar sesama orang NTT khususnya Flores, malah saling menyerang dan menjegal bila ada diantara mereka yang lebih sedikit nominanan…. Atau kata lain, jangankan menjaga martabat dan harga dirinya… internal kekeluargaan saja tidak harmonis dan saling menjelekan…

  2. Ia……..Kalau kerja kita semua atas nama panitia
    tapi kalau mau ketemu dengan Gubernur jangan pilih pilih dong…………..itu ngak fair……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s