GEMBIRA DAN DUKA BERSAMA FRANS LEBU RAYA

Dalam sebuah kesempatan cukup banyak warga NTT seJabodetabek hadir pada acara kunjungan Gubernur/Wakil gubernur NTT pada Sabtu, 11 Oktober 2008. Acara demi acara,  dimulai dengan Dialog seputar permasyalahan  NTT serta  mencarikan jalan keluar terbaik  telah selesai diselenggarakan di lantai 14 Aula gedung Yustinus Kampus Atmajaya Jakarta.  Tepat pukul 18.30 penyambutan Gubernur/wagub NTT beserta rombongan masuk ke lantai 15 gedung yang sama, untuk memulai acara ramah tamah bersama dengan masyarakat NTT Jakarta dan sekitarnya yang memang sejak tadi telah memenuhi ruangan itu.

Acara ramah tamah berlangsung diawali dengan Kia Afi melantunkan lagu Karena Cinta dan lagu Flobamora untuk mengawali rentetan mata acara yang lain. Kemudian tarian Padoa, doa syukur oleh tiga orang tokoh agama yang mewakili Kristen Protestan, Katholik dan Islam sebagai bukti begitu erat tali persaudaraan antar umat beragama di bumi Flobamora. Ada sambutan tokoh masyarakat NTT oleh Dr. Yan Riberu  mewakili masyakarat NTT yang lebih dominan memaparkan sejarah NTT lalu laporan ketua panitia oleh Eduardus Hena Lamabelawa, kemudian  sambutan Frans Lebu selaku gubernur NTT  yang mengharapkan masyarakat NTT di Jakarta dan sekitarnya:          1.  Dalam keseharian harus sanggup menjaga nama baik NTT, 2. Sebagai investor untuk membangun tanah kelahirannya sebagai wujud gelekat Lewotanah dan  3. Atau mengajak para relasinya  (investor) dari daerah lain untuk menanamkan modalnya di NTT. Setelah selesai Sambutan Gubernur NTT dilanjutkan dengan penyerahan Harapan dan Gagasan Jakarta yang merupakan hasil dialog untuk   NTT oleh Blasius Bapa kepada gubernur NTT, dilanjutkan dengan tarian Ja’i dari Ngada.

Disaat itulah detik-detik duka menghampiri Frans Lebu Raya dalam kegembiraan karena berita tentang seorang bapak yang telah membesarkannya hingga beliau telah menjadi orang nomor satu di NTT telah meninggal dunia. Sehingga acara ramah tamah pun berakhir dengan suasana duka. Sambil mengucapkan turut berduka cita dari para undangan oleh pembawa acara, gubernur/wagub bersama rombongan meninggalkan ruangan dan acarapun berakhir seiring  makan malam bersama tanpa rombongan gubernur/wagub. KAMI SEGENAP PANITIA PENYELENGGARA MENGUCAPKAN TURUT BERDUKA CITA ATAS DUKANYA BAPAK GUBERNUR NTT. (bernardtokan).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s