MASYARAKAT ADONARA MUDAH TERPENGARUH SANG RAYA

Tak bisa dipungkiri bahwa masyarakat Adonara kokoh dalam mempertahankan harga diri namun lemah dalam buaian Sang Raya (orang terpandang). Sehingga tidak heran kalau entah sejak kapan tapi sampai sekarang justru para pendatang yang diberikan kesempatan untuk mengkomandoi wilayah dimana sang tamu diterima. Mungkin pada saat itu ada upaya para tamu yang nota bene adalah mungkin lebih maju pola strateginya, atau karena penduduk asli memang sangat menghormati tamu atau begitu lugunya sehingga sampai saat ini justru yang dianggap sebagai yang berstatus sosial lebih terpandang adalah keturunan para tamu. Lalu itu harus diakui karena bagaipun juga keadaan demikian telah berlangsung lama sekali membuat mereka penduduk asli (Lewo alapen) tak meungkin mencabut mandat itu untuk dipangkunya kembali.

Lalu apa kaitannya dengan mudah terpengaruh Sang Raya (Ata Raya)? Katakan saja sang raya itu adalah Simon Hayon dan untuk sementara sebutan ata raya itu ada padanya karena dia seorang bupati Kapupaten Flores Timur, yang belakangan terkesan tidak rasional dalam menyikapi sesuatu yang belum jelas pembenarannya, namun dalam pernyataan serta tindakannya seakan benar adanya. Katakan saja ada pernyataan diiringi tindakan seperti ada upacara di Nobo itu membuktikan bahwa kita orang Adonara gampang dipengaruhi oleh Ata Raya walaupun kokoh dalam pempertahankan harga diri. Maka penting kalau mulai saat sekarang kita perlu membangun prinsip baru untuk tidak dipengaruhi oleh orang lain, terutama dalam hal-hal meyakini sesuatu yang tidak biasanya.

5 thoughts on “MASYARAKAT ADONARA MUDAH TERPENGARUH SANG RAYA

  1. lha kok gitu ya. Prinsip baru itu yang gimana? Terbuka terhadap orang lain itu baik bukan? Dan hal-hal yang tidak biasanya itu juga bukan sesuatu yang tabu, kan? Mesti lebih jelas maksudnya. Nah cara Anda menarik konklusi dari tulisan itu masih bias, masing-masing premisnya ndak nyambung. selain itu Anda mendasarkan gagasan Anda (alinea pertama) dengan sesuatu yang sebetulnya Anda tidak yakini kebenarannya. (Anda mengatakan “mungkin…..)Tapi Anda membuat kesimpulan yang bersifat imperatif. kok bisa….

  2. suda sejauhmanakah kita menggali konsep lewhontanhan, lein lau watan waiwurin, weran rae botun lamaniat, wanan lali bolen bage lema, hikun teti tana adonara?

  3. opu…..dalam pemerintahan ada legislatif, eksekutif dan yudikatif. dalam urusan pemerintahan pada tatanan desa, peran eksekutif, yudikatif dan legislatif menjadi amburadul. lewo alapaen (legislatif), kepala desa (eksekutif) sementara yhudikatif (ata mua molan). bukannya seharusnya demikian? artinya siapapun menjadi bupati/kepala desa sah2 saja. asalkan apapun kebijakan harus melalui meja legislatif. pada tatanan desa, peran kepala desa disamakan dengan lewo alapen sehingga terjadi pertentangan dimana-mana. yang perlu kita kritisi adalah keberadaan BPD yang seolah menggantikan mehenen suku (lewo alapen). sebab, lewo alapen akan mempertanyakan kebijakan kepala desa jika lewo alapen tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan. ini menjadi persoalan sistem pemerintahan desa saat ini. yang menjadi pertanyaan adalah siapa yang perlu disalahkan? sebelum menjawab, ada baiknya jika kita mengkaji lg keberadaan PP yang mengatur pemilihan pemerintah desa saat ini. mari kita kaji bersama, sebab sistem pemerintahan baru saat ini seolah menggeser sistem pemerintahan yang telah lama tertanam kuat sebelum mesuknya/adanya kepala desa. ini problem kita saat ini opu…….bukankah saat ini banyak desa yang belum bisa memilih kepala desanya?

    1. Ma kasih Ama.
      Sebenarnya semua harus berpulang kepada pribadi masing-masing. Lalu harus peka dengan isu-isu yang bertujuan untuk memecah belah sesama. Lalu kita-kita yang merasa memiliki talenta kehumasan, sebaiknya tak segan-segan melakukan pendekatan demi membuka wawasan berpikir ala jaman kini tanpa menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan yang selalu dipertahankan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s