JANTUNG SEKOLAH YBHK

Akhir-akhir ini perkembangan sekolah-sekolah swasta yang dibawahi yayasan pengelola pendidikan mulai memasuki kendala yang sangat serius. Padahal sebelum pemerintah melaksanakan delapan jalur pemerataan dengan program sekolah inpres oleh rezim ordebaru lembaga swasta khususnya sekolah-sekolah Katholik sudah memiliki rasa tanggung jawab yang begitu tinggi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sebaiknya pemerintah juga memiliki rasa peduli dengan keprihatinan sekolah-sekolah swasta katholik. Konkritnya mungkin memberikan bantuan tetap dari dana APBD/APBN. (Belum cukup dengan memberikan bantuan tunjangan JPS dan tunjangan lain yang tidak merata).

Lalu pihak yayasan sebagai pengelola sekolah swasta sudah saatnya mulai membuka mata lebar-lebar untuk siap membenah diri. Merenungkan kembali apa yang telah dilakukan sejak susah-susahnya membuka sebuah sekolah hingga berkembang pesat dan akhirnya kini mulai memasuki masa sulit lagi. Ini meupakan pekerjaan rumah yang paling sulit yang pernah dialami oleh yayasan pengelola sekolah swasta. Katakan saja Yayasan Bunda Hati Kudus yang mengelola sekolah Tarsisius cs.

Gejalah jaman yang berindikasi pada keruntuhan istana sekolah Katholik bukan cuma dirasakan oleh YBHK saja, tapi masih banyak sekolah-sekolah Katholik Yayasan lain bakal gulung tikar apabila terus terkondisikan dengan tanpa adanya perubahan yang berarti. Maka Liberalitas pendidikan yang religiositas mulai terkondisikan untuk mebentuk generasi penerus yang cerdas berpikir, bebas berkreasi yang konstruktif, luwes bergaul, bertakwah dan berbudiperkerti. Untuk itu YBHK perlu memiliki sebuah jantung unit sekolah sebagai ajang percontohan yang setiap saat bedenyut secara normal hingga dapat memicu unit-unit lain untuk lebih maju dan lebih kreatif secara mandiri sebagai perwujudan renstra YBHK kedepan.

Maka pemetaan berbagai persoalan untuk menjadikan awal jantung unit menjadi tanggung jawab para petinggi YBHK dalam mencarikan jalan keluarnya. Konkritnya potensi Korlok dan staf, guru/karyawan pada unit itu harus secara selektif dengan memenuhi kriteria tertentu melalui tes-tes kompetensi dan lain sebagainya. Kalau kita semua setuju, penulis memilih unit sekolah Tarsisius I nan karismatik itu jadi Jantung sekolah YBHK.    Bagaimana dengan anda?…?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s