<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Bernardtokan&#039;s Weblog</title>
	<atom:link href="http://bernardtokan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bernardtokan.wordpress.com</link>
	<description>SenyumMu Adalah KebahagiaanKu</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Dec 2011 05:32:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bernardtokan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Bernardtokan&#039;s Weblog</title>
		<link>http://bernardtokan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bernardtokan.wordpress.com/osd.xml" title="Bernardtokan&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bernardtokan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PENGHITUNGAN SUARA SEMENTARA PILKADA FLOTIM 2011</title>
		<link>http://bernardtokan.wordpress.com/2011/06/03/penghitungan-suara-sementara-pilkada-flotim-2011/</link>
		<comments>http://bernardtokan.wordpress.com/2011/06/03/penghitungan-suara-sementara-pilkada-flotim-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 05:06:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bernardtokan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bernardtokan.wordpress.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[Sumber Berita (Coppy data) : Komhukum Larantuka Pasangan Yosep Laga Doni Herin-Vatentinus Tukan yang diusung PDIP bersama Koalisi Soga Naran Lewotanah (Sonata) dan pasangan Simon Hayon-Fransiskus Diaz Alffi (Mondial) bersaing dalam penghitungan suara sementara Pilkada Flores Timur. &#8220;Pasangan Sonata yang diusung PDIP bersama Koalisi Soga Naran Lewotanah (Sonata) untuk sementara memperoleh 35.554 suara (35,09 persen) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bernardtokan.wordpress.com&amp;blog=1541813&amp;post=191&amp;subd=bernardtokan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Sumber Berita (Coppy data) : Komhukum Larantuka<a href="http://bernardtokan.files.wordpress.com/2011/06/bernard-natal.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-192" title="Bernard Natal" src="http://bernardtokan.files.wordpress.com/2011/06/bernard-natal.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></em></strong></p>
<p>Pasangan Yosep Laga Doni Herin-Vatentinus Tukan yang diusung PDIP bersama Koalisi Soga Naran Lewotanah (Sonata) dan pasangan Simon Hayon-Fransiskus Diaz Alffi (Mondial) bersaing dalam penghitungan suara sementara Pilkada Flores Timur.</p>
<p>&#8220;Pasangan Sonata yang diusung PDIP bersama Koalisi Soga Naran Lewotanah (Sonata) untuk sementara memperoleh 35.554 suara (35,09 persen) dari total suara sah yang sudah masuk ke KPU Flores Timur sebanyak 101.332 suara,&#8221; kata anggota KPU Provinsi NTT Yoseph Dasi Djawa, di Larantuka, Rabu (1/6).</p>
<p>Posisi kedua ditempati pasangan Simon Hayon-Fransiskus Diaz Alffi (Mondial) yang diusung Partai Golkar yang tergabung dalam Koalisi Gewayan Tanah Lamaholot dengan meraih 31.092 suara (30,68 persen).</p>
<p>Ia mengatakan, di posisi ketiga ditempati pasangan Felix Fernandez-M Ismail Arkiang yang diusung Koalisi Flores Timur Bersatu dengan meraih 12.737 (12,57 persen), sedangkan posisi keempat diraih Hironimus Semau Johny Odjan-H Ludin Lega yang diusung koalisi Jalin Nurani Lamaholot dengan meraih 11.411 (11,26 persen).</p>
<p>&#8220;Posisi kelima diraih pasangan Yeremias Bunganaen-Kristoforus Keban, paket perseorangan dengan julukan Ribu Ratu Yes dengan meraih 5.644 (5,57 persen), sedangkan posisi keenam ditempati pasangan Yosep Yulius Diaz-Markus Amalebe Tokan yang diusung Koalisi Pelangi Lamaholot dengan meraih 4. 894 (4,83 persen),&#8221; katanya.</p>
<p>Dasi Djawa mengatakan, data ini merupakan hasil rekapitulasi penghitungan sementara berdasarkan formulir C1 dan lampiran formulir C1 yang masuk ke KPU Flores Timur.</p>
<p>Dia mengatakan, proses pemasukan data masih terus dilakukan karena masih ada 20 tempat pemungutan suara (TPS) yang belum memasukan data ke KPU.</p>
<p>TPS itu adalah Solor Timur dan Solor Barat masing-masing tujuh TPS dan sisanya berasal dari Adonara bagian Tengah.</p>
<p>Pilkada Flores Timur diikuti 134.958 pemilih yang tersebar pada 373 TPS di 18 kecamatan, dan berlangsung pada Selasa (31/5). Para pemilih ini tersebar di tiga pulau yakni Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur, Adonara dan Solor. (K-2/ant)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bernardtokan.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bernardtokan.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bernardtokan.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bernardtokan.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bernardtokan.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bernardtokan.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bernardtokan.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bernardtokan.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bernardtokan.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bernardtokan.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bernardtokan.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bernardtokan.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bernardtokan.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bernardtokan.wordpress.com/191/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bernardtokan.wordpress.com&amp;blog=1541813&amp;post=191&amp;subd=bernardtokan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bernardtokan.wordpress.com/2011/06/03/penghitungan-suara-sementara-pilkada-flotim-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3b26df6dd4d1274032bc15974824e216?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bernardtokan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bernardtokan.files.wordpress.com/2011/06/bernard-natal.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bernard Natal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HASIL PERHITUNGAN SUARA PILKADA LEMBATA</title>
		<link>http://bernardtokan.wordpress.com/2011/05/26/hasil-perhitungan-suara-pilkada-lembata/</link>
		<comments>http://bernardtokan.wordpress.com/2011/05/26/hasil-perhitungan-suara-pilkada-lembata/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 May 2011 07:36:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bernardtokan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bernardtokan.wordpress.com/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[Sumber Data, &#8230;. Mixed Fresh Info&#8230;.(Lembata, News, Quick count Pilkada Lembata, Jumat, 20 Mei 2011) Pasangan calon bupati Lembata, Herman Wutun-Viktus Murin unggul sementara dengan perolehan suara 9.910 suara dalam Pemilu Kada Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Pesaing terdekat, pasangan calon Philipus Bediona-Fredi Wahon dengan dukungan suara 9.778, dan nomor urut tiga pasangan calon Ande [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bernardtokan.wordpress.com&amp;blog=1541813&amp;post=175&amp;subd=bernardtokan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bernardtokan.files.wordpress.com/2011/05/bernard-natal.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-183" title="Bernard Natal" src="http://bernardtokan.files.wordpress.com/2011/05/bernard-natal.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><br />
<strong> Sumber Data, &#8230;.<em> Mixed Fresh Info</em>&#8230;.(Lembata, News, <a href="http://mixedfreshinfo.blogspot.com/search/label/Quick%20count%20Pilkada%20Lembata?&amp;max-results=6" rel="tag">Quick count Pilkada Lembata</a>, Jumat, 20 Mei 2011)</strong></p>
<p>Pasangan calon bupati Lembata, Herman Wutun-Viktus Murin unggul sementara dengan perolehan suara 9.910 suara dalam Pemilu Kada Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Pesaing terdekat, pasangan calon Philipus Bediona-Fredi Wahon dengan dukungan suara 9.778, dan nomor urut tiga pasangan calon Ande Liliweri-Yoseph Lagaur dengan dukungan 4.866 suara.</p>
<p>Tiga pasangan calon lain yakni Eliezer Sunur-Viktor Mado sebanyak 4.554 suara, pasangan calon Athanasius Amuntoda-Bernadus Hipir sebanyak 3.900 suara, dan pasangan calon Yohanes Lake-Simon Krova mendapat dukungan 209 suara. Perhitungan suara di 220 tempat pemungutan suara (TPS) Lembata masih berlanjut.</p>
<p>Anggota KPUD Lembata, Mikhael Satria Betekeneng di Lewoleba, mengatakan, PemiluKada Lembata kemungkinan besar digelar dua kali. Keenam paket tidak mendapat dukungan suara yang signifikan untuk memastikan Pemilu Kada Lemnbata berlangsung hanya satu putaran. Jumlah daftar pemilih tetap sebanyak 70.977 suara, dan yang sudah masuk sebanyak 33.217 suara untuk keenam paket calon. Paket calon Herman Wutun-Viktus Murin mendapat dukungan terbanyak beda hanya 132 suara dengan pasangan calon Philip Bediona-Fredi Wahon.</p>
<p>Perhitungan suara di tingkat kecamatan ditetapkan sampai batas waktu sampai dengan Senin (23/5/2011) selanjutnya di KPUD Lembata, Rabu-Kamis (25-26/5/2011). Jika tidak ada pasangan yang menang 30 persen suara maka Pemilu Kada akan digelar ulang. Putaran kedua akan digelar Juni 2011 karena batas waktu 4 Agustus 2011 Lembata sudah harus memiliki bupati baru. Artinya, pemilihan bupati definitive putaran kedua, dan pelantikan calon bupati berlangsung antara Juni-Juli 2011. Sementara itu Kabupaten Flores Timur sedang menggelar kampanye dari enam paket calon bupati, yang berlangsung 31 Mei 2011. Keenam paket calon itu adalah Yoseph Herin-Valens Tukan, Feliks Fernandes-Ismael Arakian, Djoni Odjan-Ludin Lega, Yusdi Dias-Markus Amalebe, Yeremias Bunga-Kristo Keban, dan Simon Hayon-Frans Dias. Keenam paket menjanjikan kesejahteraan baru di Flores Timur.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bernardtokan.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bernardtokan.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bernardtokan.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bernardtokan.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bernardtokan.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bernardtokan.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bernardtokan.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bernardtokan.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bernardtokan.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bernardtokan.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bernardtokan.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bernardtokan.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bernardtokan.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bernardtokan.wordpress.com/175/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bernardtokan.wordpress.com&amp;blog=1541813&amp;post=175&amp;subd=bernardtokan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bernardtokan.wordpress.com/2011/05/26/hasil-perhitungan-suara-pilkada-lembata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3b26df6dd4d1274032bc15974824e216?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bernardtokan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bernardtokan.files.wordpress.com/2011/05/bernard-natal.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bernard Natal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FRANS LEBU RAYA &amp; KESEDERHANAAN</title>
		<link>http://bernardtokan.wordpress.com/2011/05/12/kesederhanaan-seorang-frans-lebu-raya/</link>
		<comments>http://bernardtokan.wordpress.com/2011/05/12/kesederhanaan-seorang-frans-lebu-raya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 May 2011 03:28:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bernardtokan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daftar Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bernardtokan.wordpress.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Seorang Frans Lebu Raya yang kini tengah menjadi orang nomor satu propinsi Nusa Tenggara Timur terlihat tetap sederhana dibalik kemegahan dan kebesaran kostum kegubernuran. Sudah 8 tahun berada dalam pagar kegubernuran Nusa Tenggara Timur. 5 tahun menjabat wagub, 3 tahun menjadi gubernur membuatnya lebih percaya diri dalam memimpin wilayah tingkat I di Timur Indonesia itu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bernardtokan.wordpress.com&amp;blog=1541813&amp;post=174&amp;subd=bernardtokan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="/DOCUME%7E1/Guru/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="/DOCUME%7E1/Guru/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /><img src="/DOCUME%7E1/Guru/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.jpg" alt="" /><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><a href="http://bernardtokan.files.wordpress.com/2011/05/foto-lebu-raya1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-178" title="fOTO LEBU RAYA" src="http://bernardtokan.files.wordpress.com/2011/05/foto-lebu-raya1.jpg?w=202&#038;h=300" alt="" width="202" height="300" /></a>S</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">eorang Frans Lebu Raya yang kini tengah menjadi orang nomor satu propinsi Nusa Tenggara Timur terlihat tetap sederhana dibalik kemegahan dan kebesaran kostum kegubernuran. Sudah 8 tahun berada dalam pagar kegubernuran Nusa Tenggara Timur</span>. <span style="font-size:14pt;line-height:150%;">5 tahun menjabat wagub, 3 tahun menjadi gubernur membuatnya lebih percaya diri dalam memimpin wilayah tingkat I di Timur Indonesia itu.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Cobaan&#8230;&#8230; godaan&#8230;&#8230;  ancaman&#8230;&#8230;.. mungkin saja pernah &#8230;&#8230;&#8230;.. Itu semua adalah resiko yang dialami dan  dihadapi oleh seorang pemimpin. </span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"> Namun sekali lagi &#8230;&#8230;&#8230;. dengan segala kesederhanaannya, saya yakin Frans Lebu Raya mampu memerangi  batin untuk melenyapkan segala sesuatu yang dapat menjerumuskan dirinya.   Apa lagi beliau dikenal sebagai seseorang yang mempunyai komitmen tinggi untuk membangun pemerintahan yang bersih, seperti pernah dikatakannya pada awal mau menjadi gubernur dan sering diualanginya kembali pada kesempatan-kesempatan lain, seperti pada acara dialog bersama warga Jakarta asal NTT  pada beberapa saat yang lalu di aula Kampus Atmajaya Jakarta. Lalu apakah Frans Lebu Raya masih mampu memimpin NTT hingga 2018????&#8230;. Apa bisa?&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. Ya,&#8230;&#8230;..pasti bisa &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. kenapa tidak????&#8230;&#8230;&#8230;. (Bernardtokan Jkt).</span></p>
<p><!--[if !vml]--><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><br style="font-size:14pt;line-height:150%;" /></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bernardtokan.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bernardtokan.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bernardtokan.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bernardtokan.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bernardtokan.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bernardtokan.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bernardtokan.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bernardtokan.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bernardtokan.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bernardtokan.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bernardtokan.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bernardtokan.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bernardtokan.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bernardtokan.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bernardtokan.wordpress.com&amp;blog=1541813&amp;post=174&amp;subd=bernardtokan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bernardtokan.wordpress.com/2011/05/12/kesederhanaan-seorang-frans-lebu-raya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3b26df6dd4d1274032bc15974824e216?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bernardtokan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bernardtokan.files.wordpress.com/2011/05/foto-lebu-raya1.jpg?w=202" medium="image">
			<media:title type="html">fOTO LEBU RAYA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BARANG PRODUK PASLU SEMAKIN MARAK BEREDAR</title>
		<link>http://bernardtokan.wordpress.com/2011/01/24/barang-produk-paslu-semakin-marak-beredar/</link>
		<comments>http://bernardtokan.wordpress.com/2011/01/24/barang-produk-paslu-semakin-marak-beredar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Jan 2011 07:23:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bernardtokan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bernardtokan.wordpress.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[BEDAK BAYI PUN DIPALSUKAN Pada Sabtu, 22 Januari 2011 Trans TV pada tayangan program acara Insert Investigasi dengan topik pemalsuan Bedak Bayi berbagai merk yang dilakukan oleh GOGON (nama samaran). Tindakan apa yang dilakukan oleh pihak pemerintah untuk menghentikan langkah Gogon dengan yang lainnya???????????????? Betul bahwa sejumlah barang yang selalu dikonsumsi oleh masyarakat ternyata palsu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bernardtokan.wordpress.com&amp;blog=1541813&amp;post=162&amp;subd=bernardtokan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BEDAK BAYI PUN DIPALSUKAN</p>
<p>Pada Sabtu, 22 Januari 2011 Trans TV pada tayangan program acara Insert Investigasi  dengan topik pemalsuan Bedak Bayi berbagai merk yang dilakukan oleh GOGON (nama samaran). Tindakan apa yang dilakukan oleh pihak pemerintah untuk menghentikan langkah Gogon dengan yang lainnya???????????????? </p>
<p>Betul  bahwa sejumlah barang yang selalu dikonsumsi oleh masyarakat ternyata palsu. Artinya barang-barang tersebut tidak melalui ijin produksi sebagai mana mestinya. Mulai dari barang kebutuhan pokok keluarga seperti makanan dan minuman, obat-obatan dan kosmetik serta barang-barang kebutuhan pemeliharaan kendaraan bermotor.<br />
	Hal demikian sangat  merugikan konsumen terutama berdampak pada masyalah kesehatan. Apabila masalah ini terus dibiarkan, maka dengan alasan ekonomi siapapun dapat melakukan hal yang sama untuk menghidupi dirinya. Lalu akan menjadi pertanyaan bahwa, apakah untuk hidup harus membunuh orang lain? Tentu saja tidak dmikian. Lalu apa yang harus dilakukan untuk menghentikan langkah orang-orang yang secara tidak langsung telah melakukan tindakan pembunuhan terhadap orang lain?<br />
	Pertanyaan-pertanyaan yang tak pernah berujung tentu saja harus dijawab oleh kita semua. Terutama lembaga-lembaga pemerintah yang terkait dengan masalah yang bersangkutan. Anehnya masalah pemalsuan ini seakan-akan hanya menjadi wacana yang tak pernah ada solusinya.<br />
	Kita tahu bahwa orang-orang yang bekerja pada lembaga-lembaga pemerintah yang berkewengan  dalam masyalah ini kan sudah dibayar oleh negara untuk melayani masyarakat termasuk bertanggung jawab memberantas pelaku-pelaku pemalsuan berbagai produk untuk kebutuhan masyarakat.<br />
	Kalau menurut saya para pelaku harus dihukum seberat-beratnya untuk memberikan efek jerah. Bila perlu pelakunya dijerat dengan undang-undang yang sama dengan undang-undang pembunuhan atau undang-undang pengedar narkoba. Karena tindakan para pemalsu harus dihentikan untuk tidak lagi meracuni konsumen. Bayangkan,  msyarakat hanya dengan gelisahnya serta tanpa daya sambil menonton tayangan-tayangan televisi tentang pemalsuan produk. Padahal masyarakat sangat ingin  menyaksikan tayangan tentang  para pelaku divonis dengan hukum seberat-beratnya, sehingga tentu saja dengan sendirinya produk barang-barang palsu akan hilang dari peredaran.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bernardtokan.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bernardtokan.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bernardtokan.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bernardtokan.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bernardtokan.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bernardtokan.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bernardtokan.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bernardtokan.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bernardtokan.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bernardtokan.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bernardtokan.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bernardtokan.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bernardtokan.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bernardtokan.wordpress.com/162/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bernardtokan.wordpress.com&amp;blog=1541813&amp;post=162&amp;subd=bernardtokan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bernardtokan.wordpress.com/2011/01/24/barang-produk-paslu-semakin-marak-beredar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3b26df6dd4d1274032bc15974824e216?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bernardtokan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEPUTUSAN HAKIM ATAS GAYUS</title>
		<link>http://bernardtokan.wordpress.com/2011/01/20/keptusan-hakim-atas-gayus/</link>
		<comments>http://bernardtokan.wordpress.com/2011/01/20/keptusan-hakim-atas-gayus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Jan 2011 03:12:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bernardtokan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bernardtokan.wordpress.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[3 SAMPAI 4 TAHUN DALAM PENJARA, BEBAS GAYUS JADI KONGLOMERAT Siapa sangka Gayus divonis begitu ringan oleh pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Itu artinya Gayus akan menjalani hukuman sekitar 3 sampai 4 tahun setelah itu, bebas bersyarat, lalu menjadi seorang konglomerat. Ini adalah kebijakan yang keliru yang diambil oleh para dewan Hakim untuk memvonis Gayus hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bernardtokan.wordpress.com&amp;blog=1541813&amp;post=144&amp;subd=bernardtokan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>3 SAMPAI 4 TAHUN DALAM PENJARA, BEBAS<br />
GAYUS JADI KONGLOMERAT<br />
Siapa sangka Gayus divonis begitu ringan oleh pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Itu artinya Gayus akan menjalani hukuman sekitar 3 sampai 4 tahun setelah itu, bebas bersyarat, lalu menjadi seorang konglomerat. Ini adalah kebijakan yang keliru yang diambil oleh para dewan Hakim untuk memvonis Gayus hanya 7 tahun masuk penjara.<br />
Gayus merupakan salah satu  contoh buruk  pribadi PNS yang barang kali bukan Cuma di Dirjen Pajak, tapi mungkin masih banyak joki-joki lain yang dipiara di oleh para pimpinan untuk kepentingan kelompok mafia ibaratnya Gayus. Kelas-kelas Joki seperti Gayus biasanya:</p>
<p>1.	Mengatasnamakan Isntasi melalui pimpinan untuk menyelesaikan persoalan pihak lain yang berhubungan dengan instansinya, dimana sudah secara otomatis,  karena sudah merupakan cultur  untuk berdamai secara tidak sehat dengan  pihak-pihak yang berhubungan dengan instansinya untuk  kepentingan kelompok mafia.<br />
2.	Mengatasnamakan pimpinan maupun instansi dalam menyelesaikan sebuah persoalan dengan pihak lain untuk kepentingan sendiri, karena merasa sebelumnya jatahnya/bagiannya  terlalu sedikit, padahal dia merasa bahwa dia adalah orang yang paling berjasa didalam kelompok mafia berseragam itu.</p>
<p>Nah dari kebiaasan joki-joki itu Gayus berperan pada alternatif yang mana? Bekerja sendiri atau bersama-sama? Korup sendiri atau beramai-ramai?<br />
		Tapi intinya adalah, bahwa penulis merasa putusan hukumannya terlalu ringan untuk Gayus yang hanya tujuh tahun panjara. Seharusnya hukumannya harus lebih sangat berat dan semua harta diperolehnya setelah menjadi PNS harus diambil kembali oleh Negara, sehingga dia bisa buka mulut untuk mengajak orang lain masuk penjara. Seandainya hukuman Cuma sedemikian tanpa adanya sanksi-sanksi lain, maka saya khawatir untuk seterusnya orang tidak mungkin akan jerah melakuklan hal yang sama seperti yang dilakukan Gayus&#8230;&#8230;&#8230;  Wong begitu bebas jadi kongmerat  eeeeeeeee&#8230;&#8230;..<br />
<a href="http://bernardtokan.files.wordpress.com/2011/01/bernardfoto2.jpg"><img src="http://bernardtokan.files.wordpress.com/2011/01/bernardfoto2.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Bernardfoto2" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-164" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bernardtokan.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bernardtokan.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bernardtokan.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bernardtokan.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bernardtokan.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bernardtokan.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bernardtokan.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bernardtokan.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bernardtokan.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bernardtokan.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bernardtokan.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bernardtokan.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bernardtokan.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bernardtokan.wordpress.com/144/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bernardtokan.wordpress.com&amp;blog=1541813&amp;post=144&amp;subd=bernardtokan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bernardtokan.wordpress.com/2011/01/20/keptusan-hakim-atas-gayus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3b26df6dd4d1274032bc15974824e216?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bernardtokan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bernardtokan.files.wordpress.com/2011/01/bernardfoto2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bernardfoto2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ELPIJI DAN MINYAK TANAH</title>
		<link>http://bernardtokan.wordpress.com/2010/05/19/117/</link>
		<comments>http://bernardtokan.wordpress.com/2010/05/19/117/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 05:19:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bernardtokan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daftar Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bernardtokan.wordpress.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[ELPIJI BELUM MERUPAKAN SEBUAH KEHARUSAN UNTUK MENGGANTI MINYAK TANAH Ternyata tabung gas ini sering meledak di rumah-rumah dari masyarakat kalangan ekonomi lemah Elpiji merupakan bahan bakar pengganti minyak tanah ini terkesan pemaksaan kehendak oleh pihak pemerintah untuk mengharuskan sebagian rakyat Indonesia agar tidak mempunyai pilihan lain untuk menggunakannya sebagai salah satu kebutuhan pokok keluarga. Karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bernardtokan.wordpress.com&amp;blog=1541813&amp;post=117&amp;subd=bernardtokan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:14pt;"><a href="http://bernardtokan.files.wordpress.com/2010/05/gas-tabung3.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-140" title="Gas Tabung" src="http://bernardtokan.files.wordpress.com/2010/05/gas-tabung3.jpg?w=300&#038;h=157" alt="" width="300" height="157" /></a>ELPIJI BELUM MERUPAKAN SEBUAH KEHARUSAN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:14pt;">UNTUK MENGGANTI MINYAK TANAH</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong><em><span style="font-size:10pt;">Ternyata tabung gas ini sering meledak di rumah-rumah dari masyarakat kalangan ekonomi lemah</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Elpiji merupakan bahan bakar pengganti minyak tanah ini terkesan pemaksaan kehendak oleh pihak pemerintah untuk mengharuskan  sebagian rakyat Indonesia agar tidak mempunyai pilihan lain untuk menggunakannya sebagai salah satu kebutuhan pokok keluarga. Karena seharusnya  pemakaian bahan bakar elpiji ini  merupakan sebuah pilihan, berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Artinya yang bersangkutan memang sudah siap untuk menggunakannya. Dengan demikian  pengguna sudah  memastikan dirinya untuk selalu memperhatikan hal-hal seperti, pembelian  gas elpiji, merawat tabung, selang dan regulator secara teratur sehingga dapat menghindari kejadian-kejadian seperti meledaknya tabung gas elpiji.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Lalu apa yang terjadi bagi mereka yang dengan terpaksa harus menggunakannya? Jelas bahwa pasti akan merasa sangat terpaksa karena harus mengeluarkan uang belas-an  ribu untuk memasak saat isi gas elpiji sudah habis.  Bagi mereka yang belum siap menggunakannya biasanya berasal dari kalangan ekonomi  lemah. Coba bayangkan……… untuk mendapatkan sesuatu untuk dimakan saja susah, apa lagi harus merawat selang dan regulator tabung gas  yang sebenarnya sudah tidak layak digunakan. Inilah yang terjadi saat ini sehingga sering terjadi kabakaran karena ulah tabung gas elpiji yang meledak dimana-mana seperti yang kita dengar dan lihat dari tayangan media elektronik  melalui televisi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Oleh karena itu  penulis menyarankan;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]-->1.<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Kembalikan subsidi minyak tanah untuk kebutuhan masyarakat.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]-->2.<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Pengguna gas elpiji tidak untuk mereka yang merasa terpaksa menggunakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]-->3.<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Biarkan masyarakat menggunakannya kalau sudah siap sebagai bagian dari kebutuhan  bukan  keinginan pemerintah atau orang lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]-->4.<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Dengan demikian elpiji bukan merupakan sebuah keharusan untuk mengganti minyak tanah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bernardtokan.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bernardtokan.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bernardtokan.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bernardtokan.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bernardtokan.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bernardtokan.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bernardtokan.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bernardtokan.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bernardtokan.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bernardtokan.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bernardtokan.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bernardtokan.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bernardtokan.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bernardtokan.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bernardtokan.wordpress.com&amp;blog=1541813&amp;post=117&amp;subd=bernardtokan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bernardtokan.wordpress.com/2010/05/19/117/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3b26df6dd4d1274032bc15974824e216?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bernardtokan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bernardtokan.files.wordpress.com/2010/05/gas-tabung3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Gas Tabung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>YUSDI DIAZ &amp; KONSEP KREATIF INOVATIF</title>
		<link>http://bernardtokan.wordpress.com/2010/05/05/yusdi-diaz-konsep-kreatif-inovatif/</link>
		<comments>http://bernardtokan.wordpress.com/2010/05/05/yusdi-diaz-konsep-kreatif-inovatif/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 May 2010 08:17:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bernardtokan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daftar Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bernardtokan.wordpress.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka mempersiapkan diri menjadi daerah otonomi yang sesungguhnya, rasa-rasanya beberapa kabupaten di wilayah Nusa Tenggara Timur pada kenyataannya belum ada gejala menunjukan adanya perubahan kearah itu. Katakan saja Kapupaten Flores Timur, kepala daerah dari satu periode ke periode yang lain seakan hanya berkutat pada masalah yang itu melulu. Dalam arti bahwa tidak melakukan program-program [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bernardtokan.wordpress.com&amp;blog=1541813&amp;post=109&amp;subd=bernardtokan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&amp;"> </span><em><span style="font-size:16pt;font-family:&amp;"> </span></em></strong><span style="font-family:&amp;">Dalam rangka mempersiapkan diri menjadi daerah otonomi yang sesungguhnya, rasa-rasanya beberapa kabupaten di wilayah Nusa Tenggara Timur pada kenyataannya belum ada gejala menunjukan adanya perubahan kearah itu. Katakan saja  Kapupaten Flores Timur, kepala  daerah dari satu periode ke periode yang lain seakan  hanya berkutat pada masalah yang itu melulu. Dalam arti bahwa tidak melakukan program-program inovatif yang lebih kreatif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&amp;"> Dengan demikian saya melihat Yusdi Diaz bersama pasangannya, Markus Amalebe Tokan akan melaksanakan tugas tidak sebatas pada program-program baku seperti yang dilakukan oleh para pemimpin daerah sebelumnya. Sebagai pemimpin daerah senatiasa harus lebih kreatif dan inovatif. Misalnya memberdayakan masyarakat untuk melihat peluang dalam bertani dan bernelayan bagi masyarakat Flotim yang lebih professional. Oleh karena itu,   Yusdi Diaz dan pasangannya,     bersama dengan dinas-dinas terkait akan memberikan jaminan kepada pemda dan masyarakat Flotim antara lain;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><span style="font-family:&amp;"> 1. Merubah pola pikir masyarakat untuk lebih kreatif dalam bertani dan  bernelayan   secara efektif dan efisien.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><span style="font-family:&amp;">2.  Memberikan jaminan kepada seluruh masyarakat Flotim  tidak takut untuk tetap hidup di tanah kelahirannya sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><span style="font-family:&amp;">3. Seandainya opsi merantau yang dipilih oleh sebagian masyarakat Flotim, Yusdi Diaz dan jajarannya akan menjadikan mereka sebagai perantau yang dihargai ditempat perantauan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><span style="font-family:&amp;">4. Bekerja sama dengan tokoh masyarakat, kepala desa, serta  pemangku hak atas tanah yang didalamnya terkandung sumber air bersih agar bersama-sama mencarikan solusi pemanfaatannya untuk kepentingan bersama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><span style="font-family:&amp;">5. Mengkaji potensi seni (musik &amp; olah vocal) dan olah raga sebagai opsi profesi generasi muda Flotim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><span style="font-family:&amp;">6. Melanjutkan dan menyelesaikan program-program pemda yang produktif, efektif dan efisien. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:18pt;"><span style="font-family:&amp;"> Demikian beberapa hal yang akan diwujudkan dalam bentuk nyata pada pemerintahan yang akan datang apa bila Yusdi Diaz dan Markus Amalebe Tokan terpilih sebagai Bupati dan wakil bupati periode 2010-2015. </span><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&amp;">(Bernardtokan Jakarta Mei 2010) </span></em></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bernardtokan.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bernardtokan.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bernardtokan.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bernardtokan.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bernardtokan.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bernardtokan.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bernardtokan.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bernardtokan.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bernardtokan.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bernardtokan.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bernardtokan.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bernardtokan.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bernardtokan.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bernardtokan.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bernardtokan.wordpress.com&amp;blog=1541813&amp;post=109&amp;subd=bernardtokan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bernardtokan.wordpress.com/2010/05/05/yusdi-diaz-konsep-kreatif-inovatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3b26df6dd4d1274032bc15974824e216?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bernardtokan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SOLUSI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN FORMAL OLEH Drs.H.ERMAN SUHERNAN MPd</title>
		<link>http://bernardtokan.wordpress.com/2010/03/17/66/</link>
		<comments>http://bernardtokan.wordpress.com/2010/03/17/66/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 06:50:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bernardtokan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bernardtokan.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Beliau adalah dosen tetap pada FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung. Abstrak: Tugas utama guru adalah membelajarkan siswa, yaitu mengkondisikan siswa agar belajar aktif sehingga potensi dirinya (kognitif, afektif, dan konatif) dapat berkembang dengan maksimal. Dengan belajar aktif, melalui partisipasi dalam setiap kegiatan pembelajaran, akan terlatih dan terbentuk kompetensi yaitu kemampuan siswa untuk melakukan sesuatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bernardtokan.wordpress.com&amp;blog=1541813&amp;post=66&amp;subd=bernardtokan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div style="border:1pt medium medium solid none none windowtext 0 0;padding:1pt 0 0;">
<p class="Abstrak"><strong><em>Beliau adalah dosen tetap pada FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung.</em></strong></p>
<p class="Abstrak"><strong>Abstrak:</strong> Tugas utama guru adalah membelajarkan siswa, yaitu mengkondisikan siswa agar belajar aktif sehingga potensi dirinya (kognitif, afektif, dan konatif) dapat berkembang dengan maksimal. Dengan belajar aktif, melalui partisipasi dalam setiap kegiatan pembelajaran, akan terlatih dan terbentuk kompetensi yaitu kemampuan siswa untuk melakukan sesuatu yang sifatnya positif yang pada akhirnya akan membentuk life skill sebagai bekal hidup dan penghidupannya. Agar hal tersebut di atas dapat terwujud, guru seyogianya mengetahui bagaimana cara siswa belajar dan menguasai berbagai cara membelajarkan siswa. Model belajar akan membahas bagaimana cara siswa belajar, sedangkan model pembelajaran akan membahas tentang bagaimana cara membelajarkan siswa dengan berbagai variasinya sehingga terhindar dari rasa bosan dan tercipta suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan.</p>
<p class="Abstrak"><strong>Kata Kunci:</strong> model belajar, model pembelajaran, potensi siswa, kompetensi, life skill, suasana belajar</p>
</div>
</div>
<p class="SUBABESAR"><!--[if !supportLists]-->A. <span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Pendahuluan</p>
<p class="PARABESAR">Kurikulum 2004 berbasis kompetensi (KBK), yang diperbaharui dengan Kurikulum 2006 (KTSP), telah berlaku selama 4 tahun dan semestinya dilaksanakan secara utuh pada setiap sekolah. Namun pada kenyataannya, pelaksanaan pembelajaran di sekolah, masih kurang memperhatikan ketercapaian kompetensi siswa. Hal ini tampak pada RPP yang dibuat oleh guru dan dari cara guru mengajar di kelas masih tetap menggunakan cara lama, yaitu dominan menggunakan metode ceramah-ekspositori. Guru masih dominan dan siswa resisten, guru masih menjadi pemain dan siswa penonton, guru aktif dan siswa pasif. Paradigma lama masih melekat karena kebiasaan yang susah diubah, paradigma mengajar masih tetap dipertahankan dan belum berubah menjadi peradigma membelajarkan siswa. Padahal, tuntutan KBK, pada penyusunan RPP menggunakan istilah skenario pembelajaran untuk pelaksanaan pembelajaran di kelas, ini berarti bahwa guru sebagai sutradara dan siswa menjadi pemain, jadi guru memfasilitasi aktivitas siswa dalam mengembangkan kompetensinya sehingga memiliki kecakapan hidup (life skill) untuk bekal hidup dan penghidupannya sebagai insan mandiri.</p>
<p class="PARABESAR">Demikian pula, pada pihak siswa, karena kebiasaan menjadi penonton dalam kelas, mereka sudah merasa enjoy dengan kondisi menerima dan tidak biasa memberi. Selain dari karena kebiasaan yang sudah melekat mendarah daging dan sukar diubah, kondisi ini kemungkinan disebabkan karena pengetahuan guru yang masih terbatas tentang bagaimana siswa belajar dan bagaimana cara membelajarkan siswa. Karena penghargaan terhadap profesi guru sangat minim, boro-boro sempat waktu untuk membaca buku yang aktual, mereka sangat sibuk untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, dan memang itu kewajiban utama, apalagi untuk membeli buku pembelajaran yang inovatif. Mereka bukan tidak mau meningkatkan kualitas pemebelajaran, tetapi situasi dan kondisi kurang memungkinkan. Permasalahannya adalah bagaimana mengubah kebiasaan prilaku guru dalam kelas, mengubah paradigma mengajar menjadi membelajarkan, sehingga misi KBK dapat terwujud. Dengan paradigma yang berubah, mudah-mudahan kebiasaan murid yang bersifat pasif sedikit demi sedikit akan berubah pula menjadi aktif.</p>
<p class="PARABESAR">Tulisan sederhana ini sengaja dibuat untuk para guru, yang saya hormati dan saya banggakan, untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan, semoga dengan sajian sederhana ini dapat dijadikan bekal untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran, sehingga kualitas amal sholehnya melalui profesi guru menjadi meningkat pula. Tulisan ini membahas tentang kompetensi siswa sesuai tuntutan kurikulum untuk sekedar mengingatkan, model-model belajar agar memahami benar bagaimana siswa belajar yang efektif, dan model pembelajaran yang bisa dipilih dan digunakan sesuai dengan situasi dan kondisi siswa, materi, fasilitas, dan guru itu sendiri.</p>
<p class="SUBABESAR"><!--[if !supportLists]-->B. <span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Kompetensi Siswa</p>
<p class="PARABESAR">Kompetensi (competency) adalah kata baru dalam bahasa Indonesia yang artinya setara dengan kemampuan atau pangabisa dalam bahasa Sunda. Siswa yang telah memiliki kompetensi mengandung arti bahwa siswa telah memahami, memaknai dan memanfaatkan materi pelajaran yang telah dipelajarinya. Dengan perkataan lain, ia telah bisa melakukan (psikomotorik) sesuatu berdasarkan ilmu yang telah dimilikinya, yang pada tahap selanjutnya menjadi kecakapan hidup (life skill). Inilah hakikat pembelajaran, yaitu membekali siswa untuk bisa hidup mandiri kelak setelah ia dewasa tanpa tergantung pada orang lain, karena ia telah memiliki komptensi, kecakapan hidup. Dengan demikian belajar tidak cukup hanya sampai mengetahui dan memahami.</p>
<p class="PARABESAR">Kompetensi siswa yang harus dimilki selama proses dan sesudah pembelajaran adalah kemampuan kognitif (pemahaman, penalaran, aplikasi, analisis, observasi, identifikasi, investigasi, eksplorasi, koneksi, komunikasi, inkuiri, hipotesis, konjektur, generalisasi, kreativitas, pemecahan masalah), kemampuan afektif (pengendalian diri yang mencakup kesadaran diri, pengelolaan suasana hati, pengendalian impulsi, motivasi aktivitas positif, empati), dan kemampuan psikomotorik (sosialisasi dan kepribadian yang mencakup kemampuan argumentasi, presentasi, prilaku). Istilah psikologi kontemporer, kompetensi / kecakapan yang berkaitan dengan kemampuan profesional (akademik, terutama kognitif) disebut dengan hard skill, yang berkontribusi terhadap sukses individu sebesar 40 % . Sedangkan kompetensi lainnya yang berkenaan dengan afektif dan psikomotorik yang berkaitan dengan kemampuan kepribadian, sosialisasi, dan pengendalian diri disebut dengan soft skill, yang berkontribusi sukses individu sebesar 60%. Suatu informasi yang sangat penting dan sekaligus peringatan bagi kita semua.</p>
<p class="SUBABESAR"><!--[if !supportLists]-->C. <span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Model-model Belajar</p>
<p class="PARABESAR">Uraian berikut ini adalah untuk menjawab pertanyaan, bagaimana siswa belajar? Dengan memahami uraian ini, guru (kita) bisa menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan kondisi siswa. Bukankah pemberian harus diselaraskan dengan mereka yang akan menerima pemberian sehingga dapat bermanfaat secara optimal, dan tidak sebaliknya.</p>
<p class="PARABESAR">Model-model belajar yang dimaksud pada judul di atas adalah berbagai cara-gaya belajar siswa dalam aktivitas pembelajaran, baik di kelas ataupun dalam kehidupannya sehari-hari antar sesama temannya atau orang yang lebih tua. Dengan memahami model-model belajar ini, diharapkan para guru (kita semua) dapat membelajarkan siswa secara efisien sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif.</p>
<p class="PARABESAR">Ada berbagai model belajar yang akan dibahas, yaitu:</p>
<p class="SUB1"><!--[if !supportLists]-->1.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Peta Pikiran</p>
<p class="PAR1">Buzan (1993) mengemukakan bahwa otak manusia bekerja mengolah informasi melalui mengamati, membaca, atau mendengar tentang sesuatu hal berbentuk hubungan fungsional antar bagian (konsep, kata kunci), tidak parsial terpisah satu sama lain dan tidak pula dalam bentuk narasi kalimat lengkap. Sebagai contoh, kalau dalam pikiran kita ada kata (konsep) Bajuri, maka akan terkait dengan kata lain secara fungsional, seperti gemuk, supir bajay, kocak, sederhana, atau ke tokoh lain Oneng, Ema, Ucup, Hindun, dan lain-lain dengan masing-masing karakternya. Demikian pula kata dalam pikiran kita terlintas FKIP Universitas Langlangbuana Bandung akan terkait alamatnya, pejabatnya, dosen-dosen dan staf administrasi, dan besar penghargaan untuk perkuliahan per-sks. Silakan anda mencoba menuliskan / menggambarkan peta pikiran tentang Bajuri dan FKIP Unla di atas. Kalau dibuat narasinya akan ada perbedaan redaksi, meskipun dengan makna yang tidak berbeda.</p>
<p class="PAR1">Dalam bidang studi keahlian anda, misalnya ambil satu materi dalam pelajaran Matematika, Akuntansi, Agama, atau yang lainnya. Silakan buat (tulis-gambar) peta pikiran yang terlintas kemudian narasikan secara lisan. Tulisan atau gambar peta pikiran tersebut dinamakan dengan peta konsep (concept map).</p>
<p class="PAR1">Selanjutnya Buzan mengemukakan bahwa cara belajar siswa yang alami (natural) adalah sesuai dengan cara kerja otak seperti di atas berupa pikiran. Yang produknya berupa peta konsep. Dengan demikian belajar akan efektif dengan cara membuat catatan kreatif yang merupakan peta konsep, sehingga setiap konsep utama yang dipelajari semuanya teridentifikasi tidak ada yang terlewat dan kaitan fungsionalnya jelas, kemudian dinarasikan dengan gaya bahasa masing-masing. Dengan demikian konsep mendapat retensi yang kuat dalam pikiran, mudah diingat dan dikembangkan pada konsep lainnya. Belajar dengan menghafalkan kalimat lengkap tidak akan efektif, di samping bahasa yang digunakan menggunakan gaya bahasa penulis. Mengingat hal itu, sajian guru dalam pembelajaran harus pula dikondisikan berupa sajian peta konsep, guru membumbuinya dengan narasi yang kreatif.</p>
<p class="PAR1">Selanjutnya, Buzan mengemukakan bahwa kemampuan otak manusia dapat memproses informasi berupa bahasa sebanyak 600 – 800 kata permenit. Dengan kemampuan otak seperti itu dibandingkan dengan kemampuan komputer sangat tinggi. Jika benar-benar dimanfaatkan secara optimal, setiap kesempatan dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran diri dalam segala hal. Hanya sayang banyak orang yang mengabaikannya atau digunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat untuk peningkatan kualitas diri, misalnya berangan-angan, menonton, mengobrol atau bercanda tanpa makna. Bagaimana dengan anda?.</p>
<p class="SUB1"><!--[if !supportLists]-->2.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Kecerdasan Ganda</p>
<p class="PAR1">Goldman (2005) mengemukakan bahwa struktur otak, sebagai instrumen kecerdasan, terbagi dua menjadi kecerdasan intelektual pada otak kiri dan kecerdasan emosional pada otak kanan. Kecerdasan intelektual mengalir-bergerak (flow) antara kebosanan bila tuntutan pemikiran rendah dan kecemasan bila terjadi tuntutan banyak. Bila terjadi kebosanan otak akan mengisinya dengan aktivitas lain, jika positif akan mengembangkan penalaran akan tetapi jika diisi dengan aktivitasa negatif, misal kenakalan atau lamunan, inlah yang disebut dengan sia-sia atau mubadzir (at tubadziru minasy-syaithon).</p>
<p class="PAR1">Sebaliknya jika tuntutan kerja otak tinggi akan terjadi kecemasan-kelelahan. Kondisi ini akan bisa dinetralisir dengan relaksasi melalui penciptaan suasana kondusif, misalnya keramahan, kelembutan, senyum-tertawa, suasana nyaman dan menyenangkan, atau meditasi keheningan dengan prinsip kepasrahan kepada sang Pencipta. Dengan demikian aktivitas otak kiri semestinya dibarengi dengan aktivitas otak kanan.</p>
<p class="PAR1">Sel syaraf pada otak kiri berfungsi sebagai alat kecerdasan yang sifatnya logis, sekuensial, linier, rasional, teratur, verbal, realitas, ide, abstrak, dan simbolik. Sedangkan sela syaraf otak kanan berkaitan dengan kecerdasan yang sifatnya acak, intuitif, holistic, emosional, kesadaran diri, spasial, musik, dan kreativitas. Penting untuk diketahui bahawa kecerdasan intelkektual berkontribusi untuk sukses individu sebesar 20% sedangkan kecerdasan emosional sebesar 40%, siswanya sebanyak 40% dipengaruhi oleh hal lainnya.</p>
<p class="PAR1">Ary Ginanjar (2002) dan Jalaluddin Rahmat (2006) mengukakan kecerdasan ketiga, yaitu Kecerdasan Spiritual (nurani-keyakinan) atau kecerdasan fitrah yang berkenaan dengan nilai-nilai kehidupan beragama. Sebagai orang beragama, kita semestinya berkeyakinan tinggi terhadap kecerdasan ini, bukankah ada ikhtiar dan ada pula taqdir, ada do’a sebagai permintaan dan harapan, dan ibadah lainnya. Bukankan ketentraman individu karena keyakinan beragama ini.</p>
<p class="PAR1">Gardner (1983) mengemukakan tentang kecerdasan ganda yang sifatnya mulkti dengan akronim Slim n Bill, yaitu Spacial-visual , Linguistic-verbal, Interpersonal-communication, Musical-rithmic, natural, Body-kinestic, Intrapersonal-reflective, Logic-thinking-reasoning.</p>
<p class="PAR1">
<p class="SUB1"><!--[if !supportLists]-->3.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Metakognitif</p>
<p class="PAR1">Secara harfiah, metakognitif bisa diterjemahkan secara bebas sebagai kesadaran berfikir, berpikir tentang apa yang dipikirkan dan bagaimana proses berpikirnya, yaitu aktivitas individu untuk memikirkan kembali apa yang telah terpikir serta berpikir dampak sebagai akibat dari buah pikiran terdahulu. Sharples &amp; Mathew (1998) mengemukakan pendapat bahwa metakognitrif dapat dimanfaatkan untuk menerapkan pola pikir pada situasi lain yang dihadapi.</p>
<p class="PAR1">Kemampuan metakognitif setiap individu akan berlainan, tergantung dari variabel meta kognitif, yaitu kondisi individu, kompleksitas, pengetahuan, pengalaman, manfaat, dan strategi berpikir. Holler, dkk. (2002) mengemukakan bahwa aktivitas metakognitif tergantung pada kesadaran individu, monitoring, dan regulasi.</p>
<p class="PAR1">Komponen meta kognitif menurut Sharples &amp; Mathew ada 7, yaitu: refleksi kognitif, strategi, prediksi, koneksi, pertanyaan, bantuan, dan aplikasi. Sedangkan Holler berpendapat tentang komponen metakognitif, yaitu: kesadaran, monitoring, dan regulasi.</p>
<p class="PAR1">Metakognitif bisa digolongkan pada kemampuan kognitif tinggi karena memuat unsure analisis, sintesis, dan evaluasi sebagai cikal bakal tumbuhkembangnya kemampuan inkuiri dan kreativitas. Oleh karena itu pelaksanaan pembelajaran semestinya membiasakan siswa untuk melatih kemampuan metakognitif ini, tidak hanya berpikir sepintas dengan makna yang dangkal.</p>
<p class="SUB1"><!--[if !supportLists]-->4.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Komunikasi</p>
<p class="PAR1">Siswa dalam belajar tidak akan lepas dari komunikasi antar siswa, siswa dengan fasilitas belajar, ataupun dengan guru. Kemampuan komunikasi setiap individu akan mempengaruhi proses dan hasil belajar yang bersangkutan dan membentuk kepribadiannya, ada individu yang memiliki pribadi positif dan ada pula yang berkpribadian negatif.</p>
<p class="PAR1">Perhatikan hasil penelitian Jack Canfield (1992), untuk kita simak dan renungkan, bahwa seorang anak ayang masih polos-natural, setiap hari biasa menerima 460 komentar negatif dan 75 koentar positif dari oarng yang lebih tua dalam kehidupannya. Akibatnya sungguh mengejutkan, anak yang pada awalnya secara alami penuh keyakinan, keberanian, suka tantangan, ingin mencoba, ingin tahu dengan pengaruh komunikasi negatif yang lebih dominant dari orang sekelilingnya, ternyata lama kelamaan keyakinannya terguncang dan rasa percaya dirinya menurun, sehingga dia tumbuh menjadi penakut, pemalu, ragu-ragu, menghindar, membiarkan, dan cemas. Dampak selanjutnya pada waktu bwersekolah, belajar menjadi beban dan rasa ercaya dirinya berkurang. Makin lama ia makin dewasa, pribadinya berpola negative, seperti pesimis, mudah menyerah, dikendalikan keadaan , prasangka, pembenaran, menimpakan kesalahan, dan sibuk dengan alasan. Berbeda dengan individu yang memiliki pribadi positif, yaitu optimis, mengendalikan keadaan, ada kebebasan memilih, punya alternative, partisipatidf, dan mau memperbaiki diri.</p>
<p class="PAR1">Sebagai guru, tentunya akan berhadapan dengan siswa yang berkepribadian negative seperti di atas dan tentunya tidak untuk dibiarkan karena profesi guru adalah amanat. Bagaimanakh menghadapi siswa dengan pola pribadi seperti irtu? Caranya anatar lain dengan cara tidak memvonis, katakana “saya ….” bukan katanya, jangan sungkan untuk apologi jika kesalahan, tumbuhkan citra positif, bersikap mengajak dan bukan memerintah, dan jaga komunikasi non verbal (eksprsi wajah, nada suara, gerak tubuh, dan sosok panutan). Mengapa demikian? Karena cara berkomunikasi akan langsung berkenaan dengan akal dan rasa, yang selanjutnya mempengaruhi poses pembelajaran.</p>
<p class="SUB1"><!--[if !supportLists]-->5.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Kebermaknaan Belajar</p>
<p class="PAR1">Dalam belajar apapun, belajar efektif (sesuai tujuan) semestinya bermakna. Agar bermakna, belajar tidak cukup dengan hanya mendengar dan melihat tetapi harus dengan melakukan aktivitas (membaca, bertanya, menjawab, berkomentar, mengerjakan, mengkomunikasikan, presentasi, diskusi).</p>
<p class="PAR1">Dalam bahasa Sunda ada pepatah “pok-pek-prak” yang berarti bahwa belajar mempunya indikator berkata-pok (bertanya-menjawab-diskusi,presentasi). Mencoba-pek (menyelidiki, meng-identifikasi, menduga, menyimpulkan, menemukan), dan melaksanakan-prak (mengaplikasikan, menggunakan, memanfaatkan, mengembangkan). Tokoh pendidikan nasional Ki Hajar Dewantoro (1908) mengemukakan tiga prinsip pembelajaran ing ngarso sung tulodo (jadi pemimpin-guru jadilah teladan bagi siswanya), ing madyo mangun karso (dalam pembelajaran membangun ide siswa dengan aktivitas sehingga kompetensi siswa terbentuk), tut wuri handayani (jadilah fasilitator kegiatan siswa dalam mengembangkan life skill sehingga mereka menjadi pribadi mandiri). Dengan perkataan lain, pembelajaran adalah solusi tepat untuk pelaksanaan kurikulum 2006, dan bukan dengan kegiatan mengajar.</p>
<p class="PAR1">Selanjutnya, Vernon A Madnesen (1983) san Peter Sheal (1989) mengemukakan bahwa kebermaknaan belajar tergantung bagaimana cbelajar. Jika belajar hanya dngan membaca kebermaknaan bisa mencapai 10%, dari mendengar 20%, dari melihat 30%, mendengar dan melihat 50%, mengatakan-komunikasi mencapai 70 %, da belajar dengan melakukan dan mengkomunikasikan besa mencapai 90%.</p>
<p class="PAR1">Drai uraian di atas implikasi terhadap pembelajaran adalah bahwa kegiatan pembelajaran identik dengan aktivitas siswa secara optimal, tidak cukuop dengan mendengar dan melihat, tepai harus dengan hands-on, minds-on, konstruksivis, dan daily life (kontekstual).</p>
<p class="SUB1"><!--[if !supportLists]-->6.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Konstruksivisme</p>
<p class="PAR1">Dalam paradigma pembelajaran, guru menyajikan persoalan dan mendorong (encourage) siswa untuk mengidentifikasi, mengeksplorasi, berhipotesis, berkonjektur, menggeneralisasi, dan inkuiri dengan cara mereka sendiri untuk menyelesaikan persoalan yang disajikan. Sehingga jenis komunikasi yang dilakukan antara guru-siswa tidak lagi bersifat transmisi sehingga menimbulkan imposisi (pembebanan), melainkan lebih bersifat negosiasi sehingga tumbuh suasana fasilitasi.</p>
<p class="PAR1">Dalam kondisi tersebut suasana menjadi kondusif (tut wuri handayani) sehingga dalam belajar siswa bisa mengkonstruksi pengetahuan dan opengalaman yang diperolehnya dengan pemaknaan yang lebih baik. Siswa membangun sendiri konsep atau struktur materi yang dipelajarinya, tidak melalui pemberitahuan oleh guru. Siswa tidak lagi menerima paket-paket konsep atau aturan yang telah dikemas oleh guru, melainkan siswa sendiri ang mengemasnya. Mungkin saja kemasannya tidak akurat, siswa yang satu dengan siswa lainnya berbeda, atau mungkin terjadi eksalahan, di sinilah tugas guru memberikan bantuan dan arahan (scalfolding) sebagai fasilitator dan pembimbing. Keslahan siswa merupakan bagian dari belajar, jadi harus dihargai karena hal itu cirinya ia sedang belajar, ikut partisipasi dan tidak menghindar dari aktivitas pembelajaran.</p>
<p class="PAR1">Hal inilah yang disebut dengan konstruksivisme dalam pembelajaran, dan memang pembelajaran pada hakikatnya adalah konstruksivisme, karena pembelajaran adalah aktivitas siswa yang sifatnbya proaktif dan reaktif dalam membangun pengetahuan. Agar konstruksicvisme dapat terlaksana secara optimal, Confrey (1990) menyarankan konstruksivisme secara utuh (powerfull constructivism), yaitu: konsistensi internal, keterpaduan, kekonvergenan, refeleksi-eksplanasi, kontinuitas historical, simbolisasi, koherensi, tindak lanjut, justifikasi, dan sintaks (SOP).</p>
<p class="SUB1"><!--[if !supportLists]-->7.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Prinsip Belajar Aktif</p>
<p class="PAR1">Ada dua jenis belajar, yaitu belajar secara aktif dan secara reaktif (pasif). Belajar secara aktif indikatornya adalah belajar pada setiap situasi, menggunakan kesempatan untuk meraih manfaat, berupaya terlaksana, dan partisipatif dalam setiap kegiatan. Sedangakan belajar reaktif indikatornya adalah tidak dapat melihat adanya kesempatan belajart, mengabaikan kesempatan, membiarkan segalanya terjadi, menghindar dari kegiatan.</p>
<p class="PAR1">Dari indikator belajar aktif, sesuai dengan pengertian kegiatan pembelajaran di atas, maka prinsip belajar yang harus diterapkan adalah siswa harus sebaga subjek, belajar dengan melakukan-mengkomunikasikan sehingga kecerdasan emosionalnya dapat berkembang, seperti kemampuan sosialisasi, empati dan pengendalian diri. Hal ini bisa terlatih melalui kerja individual-kelompok,diskusi, presentasi, tanya-jawab, sehingga terpuku rasa tanggung jawab dan disiplin diri.</p>
<p class="PAR1">Prinsip belajar yang dikemuakan leh Treffers (1991) adalah memiliki indikatro mechanistic (latihan, mengerjakan), structuralistic (terstrutur, sitematik, aksionmatik), empiristic (pngelaman induktif-deduktif), dan realistic-human activity (aktivitas kehidupan nyata). Prisip tersebut akan terwujud dengan melaksanakan pembelajaran dengan memperhatikan keterlibatan intelektual-emosional, kontekstual-trealistik, konstruksivis-inkuiri, melakukan-mengkomunikasikan, dan inklusif life skill.</p>
<p class="SUBABESAR"><!--[if !supportLists]-->D. <span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Model-model Pembelajaran</p>
<p class="PARABESAR">Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara-gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai model pembelajaran. Dalam prakteknya, kita (guru) harus ingat bahwa tidak ada model pembelajaran yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. Oleh karena itu, dalam memilih model pembelajaran yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa, sifat materi bahan ajar, fasilitas-media yang tersedia, dan kondisi guru itu sendiri.</p>
<p class="PARABESAR">Berikut ini disajikan beberapa model pembelajaran, untuk dipilih dan dijadikan alternatif sehingga cocok untuk situasi dan kjondisi yang dihadapi. Akan tetapi sajian yang dikemukakan pengantarnya berupa pengertian dan rasional serta sintaks (prosedur) yang sifatnya prinsip, modifikasinya diserahkan kepada guru untuk melakukan penyesuaian, penulis yakin kreativitas para guru sangat tinggi.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->1.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Koperatif (CL, Cooperative Learning).</p>
<p class="PAR1">Pembelajaran koperatif sesuai dengan fitrah manusis sebagai makhluq sosial yang penuh ketergantungan dengan otrang lain, mempunyai tujuan dan tanggung jawab bersama, pembegian tugas, dan rasa senasib. Dengan memanfaatkan kenyatan itu, belajar berkelompok secara koperatif, siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan, pengalaman, tugas, tanggung jawab. Saling membantu dan berlatih beinteraksi-komunikasi-sosialisasi karena koperatif adalah miniature dari hidup bermasyarakat, dan belajar menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing.</p>
<p class="PAR1">Jadi model pembelajaran koperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkontruksu konsep, menyelesaikan persoalan, atau inkuiri. Menurut teori dan pengalaman agar kelompok kohesif (kompak-partisipatif), tiap anggota kelompok terdiri dari 4 – 5 orang, siawa heterogen (kemampuan, gender, karekter), ada control dan fasilitasi, dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi.</p>
<p class="PAR1">Sintaks pembelajaran koperatif adalah informasi, pengarahan-strategi, membentuk kelompok heterogen, kerja kelompok, presentasi hasil kelompok, dan pelaporan.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->2.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Kontekstual (CTL, Contextual Teaching and Learning)</p>
<p class="PAR1">Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan (ramah, terbuka, negosiasi) yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa (daily life modeling), sehingga akan terasa manfaat dari materi yang akan disajkan, motivasi belajar muncul, dunia pikiran siswa menjadi konkret, dan suasana menjadi kondusif &#8211; nyaman dan menyenangkan. Pensip pembelajaran kontekstual adalah aktivitas siswa, siswa melakukan dan mengalami, tidak hanya menonton dan mencatat, dan pengembangan kemampuan sosialisasi.</p>
<p class="PAR1">Ada tujuh indokator pembelajarn kontekstual sehingga bisa dibedakan dengan model lainnya, yaitu modeling (pemusatan perhatian, motivasi, penyampaian kompetensi-tujuan, pengarahan-petunjuk, rambu-rambu, contoh), questioning (eksplorasi, membimbing, menuntun, mengarahkan, mengembangkan, evaluasi, inkuiri, generalisasi), learning community (seluruh siswa partisipatif dalam belajar kelompok atau individual, minds-on, hands-on, mencoba, mengerjakan), inquiry (identifikasi, investigasi, hipotesis, konjektur, generalisasi, menemukan), constructivism (membangun pemahaman sendiri, mengkonstruksi konsep-aturan, analisis-sintesis), reflection (reviu, rangkuman, tindak lanjut), authentic assessment (penilaian selama proses dan sesudah pembelajaran, penilaian terhadap setiap aktvitas-usaha siswa, penilaian portofolio, penilaian seobjektif-objektifnya darei berbagai aspek dengan berbagai cara).</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->3.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Realistik (RME, Realistic Mathematics Education)</p>
<p class="PAR1">Realistic Mathematics Education (RME) dikembangkan oleh Freud di Belanda dengan pola guided reinventiondalam mengkontruksi konsep-aturan melalui process of mathematization, yaitu matematika horizontal (tools, fakta, konsep, prinsip, algoritma, aturan uantuk digunakan dalam menyelesaikan persoalan, proses dunia empirik) dan vertikal (reoorganisasi matematik melalui proses dalam dunia rasio, pengemabngan mateastika).</p>
<p class="PAR1">Prinsip RME adalah aktivitas (doing) konstruksivis, realitas (kebermaknaan proses-aplikasi), pemahaman (menemukan-informal daam konteks melalui refleksi, informal ke formal), inter-twinment (keterkaitan-intekoneksi antar konsep), interaksi (pembelajaran sebagai aktivitas sosial, sharing), dan bimbingan (dari guru dalam penemuan).</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->4.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Pembelajaran Langsung (DL, Direct Learning)</p>
<p class="PAR1">Pengetahuan yang bersifat informasi dan prosedural yang menjurus pada ketrampilan dasar akan lebih efektif jika disampaikan dengan cara pembelajaran langsung. Sintaknya adalah menyiapkan siswa, sajian informasi dan prosedur, latihan terbimbing, refleksi, latihan mandiri, dan evaluasi. Cara ini sering disebut dengan metode ceramah atau ekspositori (ceramah bervariasi).</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->5.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Pembelajaran Berbasis masalah (PBL, Problem Based Learning)</p>
<p class="PAR1">Kehidupan adalah identik dengan menghadapi masalah. Model pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan aktual siswa, untuk merangsang kemamuan berpikir tingkat tinggi. Kondisi yang tetap hatrus dipelihara adalah suasana kondusif, terbuka, negosiasi, demokratis, suasana nyaman dan menyenangkan agar siswa dap[at berpikir optimal.</p>
<p class="PAR1">Indikator model pembelajaran ini adalah metakognitif, elaborasi (analisis), interpretasi, induksi, identifikasi, investigasi, eksplorasi, konjektur, sintesis, generalisasi, dan inkuiri</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]&#8211;>6.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Problem Solving</p>
<p class="PAR1">Dalam hal ini masalah didefinisikan sebagai suatu persoalan yang tidak rutin, belum dikenal cara penyelesaiannya. Justru problem solving adalah mencari atau menemukan cara penyelesaian (menemukan pola, aturan, .atau algoritma). Sintaknya adalah: sajiakn permasalah yang memenuhi criteria di atas, siswa berkelompok atau individual mengidentifikasi pola atau atuiran yang disajikan, siswa mengidentifkasi, mengeksplorasi,menginvestigasi, menduga, dan akhirnya menemukan solusi.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->7.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Problem Posing</p>
<p class="PAR1">Bentuk lain dari problem posing adaslah problem posing, yaitu pemecahan masalah dngan melalui elaborasi, yaitu merumuskan kembali masalah menjadi bagian-bagian yang lebih simple sehingga dipahami. Sintaknya adalah: pemahaman, jalan keluar, identifikasi kekeliruan, menimalisasi tulisan-hitungan, cari alternative, menyusun soal-pertanyaan.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->8.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Problem Terbuka (OE, Open Ended)</p>
<p class="PAR1">Pembelajaran dengan problem (masalah) terbuka artinya pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara (flexibility) dan solusinya juga bisa beragam (multi jawab, fluency). Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan orisinilitas ide, kreativitas, kognitif tinggi, kritis, komunikasi-interaksi, sharing, keterbukaan, dan sosialisasi. Siswa dituntuk unrtuk berimprovisasi mengembangkan metode, cara, atau pendekatan yang bervariasi dalam memperoleh jawaban, jawaban siswa beragam. Selanjtynya siswa juda diinta untuk menjelaskan proses mencapai jawaban tersebut. Denga demikian model pembelajaran ini lebih mementingkan proses daripada produk yang akan membentiuk pola piker, keterpasuan, keterbukaan, dan ragam berpikir.</p>
<p class="PAR1">Sajian masalah haruslah kontekstual kaya makna secara matematik (gunakan gambar, diagram, table), kembangkan peremasalahan sesuai dengan kemampuan berpikir siswa, kaitakkan dengan materui selanjutnya, siapkan rencana bimibingan (sedikit demi sedikit dilepas mandiri).</p>
<p class="PAR1">Sintaknya adlaha menyajikan masalah, pengorganisasian pembelajaran, perhatikan dan catat reson siswa, bimbingan dan pengarahan, membuat kesimpulan.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->9.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Probing-prompting</p>
<p class="PAR1">Teknik probing-prompting adalah pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian petanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan engetahuan sisap siswa dan engalamannya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari. Selanjutnya siswa memngkonstruksiu konsep-prinsip-aturan menjadi pengetahuan baru, dengan demikian pengetahuan baru tidak diberitahukan.</p>
<p class="PAR1">Dengan model pembelajaran ini proses tanya jawab dilakukan dengan menunjuk siswa secara acak sehingga setiap siswa mau tidak mau harus berpartisipasi aktif, siswa tidak bisa menghindar dari prses pembelajaran, setiap saat ia bisa dilibatkan dalam proses tanya jawab. Kemungkinan akan terjadi sausana tegang, namun demikian bisa dibiasakan. Untuk mngurang kondisi tersebut, guru hendaknya serangkaian pertanyaan disertai dengan wajah ramah, suara menyejukkan, nada lembut. Ada canda, senyum, dan tertawa, sehingga suasana menjadi nyaman, menyenangkan, dan ceria. Jangan lupa, bahwa jawaban siswa yang salah harus dihargai karena salah adalah cirinya dia sedang belajar, ia telah berpartisipasi</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->10.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Pembelajaran Bersiklus (cycle learning)</p>
<p class="PAR1">Ramsey (1993) mengemukakan bahwa pembelajaran efektif secara bersiklus, mulai dari eksplorasi (deskripsi), kemudian eksplanasi (empiric), dan diakhiri dengan aplikasi (aduktif). Eksplorasi berarti menggali pengetahuan rasyarat, eksplnasi berarti menghenalkan konsep baru dan alternative pemecahan, dan aplikasi berarti menggunakan konsep dalam konteks yang berbeda.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->11.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Reciprocal Learning</p>
<p class="PAR1">Weinstein &amp; Meyer (1998) mengemukakan bahwa dalam pembelajaran harus memperhatikan empat hal, yaitu bagaimana siswa belajar, mengingat, berpikir, dan memotivasi diri. Sedangkan Resnik (1999) mwengemukan bhawa belajar efektif dengan cara membaca bermakna, merangkum, bertanya, representasi, hipotesis.</p>
<p class="PAR1">Untuk mewujudkan belajar efektif, Donna Meyer (1999) mengemukakan cara pembelajaran resiprokal, yaitu: informasi, pengarahan, berkelompok mengerjakan LKSD-modul, membaca-merangkum.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->12.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->SAVI</p>
<p class="PAR1">Pembelajaran SAVI adalah pembelajaran yang menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indar yang dimiliki siswa. Istilah SAVI sendiri adalah kependekan dari: Somatic yang bermakna gerakan tubuh (hands-on, aktivitas fisik) di mana belajar dengan mengalami dan melakukan; Auditory yang bermakna bahwa belajar haruslah dengan melaluui mendengarkan, menyimak, berbicara, presentasi, argumentasi, mengemukakan penndepat, dan mennaggapi; Visualization yang bermakna belajar haruslah menggunakan indra mata melallui mengamati, menggambar, mendemonstrasikan, membaca, menggunbakan media dan alat peraga; dan Intellectualy yang bermakna bahawa belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir (minds-on) nbelajar haruslah dengan konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakannya melalui bernalar, menyelidiki, mengidentifikasi, menemukan, mencipta, mengkonstruksi, memecahkan masalah, dan menerapkan.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->13.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->TGT (Teams Games Tournament)</p>
<p class="PAR1">Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa heterogen, tugas tiap kelompok bisa sama bis aberbeda. SDetelah memperoleh tugas, setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi. Usahakan dinamikia kelompok kohesif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok, suasana diskuisi nyaman dan menyenangkan sepeti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap terbuka, ramah , lembut, santun, dan ada sajian bodoran. Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil kelompok sehuingga terjadi diskusi kelas.</p>
<p class="PAR1">Jika waktunya memungkinkan TGT bisa dilaksanakan dalam beberapa pertemuan, atau dalam rangak mengisi waktu sesudah UAS menjelang pembagian raport. Sintaknya adalah sebagai berikut:</p>
<p class="NOMORaKECIL" style="margin-left:53.6pt;text-indent:-17.9pt;"><!--[if !supportLists]-->a.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Buat kelompok siswa heterogen 4 orang kemudian berikan informasi pokok materi dan mekanisme kegiatan</p>
<p class="NOMORaKECIL" style="margin-left:53.6pt;text-indent:-17.9pt;"><!--[if !supportLists]-->b.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Siapkan meja turnamen secukupnya, missal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati 4 siswa yang berkemampuan setara, meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi dari tiap kelompok dan seterusnya sampai meja ke-X ditepati oleh siswa yang levelnya paling rendah. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasil kesewpakatan kelompok.</p>
<p class="NOMORaKECIL" style="margin-left:53.6pt;text-indent:-17.9pt;"><!--[if !supportLists]-->c.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Selanjutnya adalah opelaksanaan turnamen, setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu terttentu (misal 3 menit). Siswa bisda nmngerjakan lebbih dari satu soal dan hasilnya diperiksa dan dinilai, sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal. Siswa pada tiap meja tunamen sesua dengan skor yang dip[erolehnay diberikan sebutan (gelar) superior, very good, good, medium.</p>
<p class="NOMORaKECIL" style="margin-left:53.6pt;text-indent:-17.9pt;"><!--[if !supportLists]&#8211;>d.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Bumping, pada turnamen kedua ( begitu juga untuk turnamen ketiga-keempat dst.), dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi, siswa superior dalam kelompok meja turnamen yang sama, begitu pula untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama.</p>
<p class="NOMORaKECIL" style="margin-left:53.6pt;text-indent:-17.9pt;"><!--[if !supportLists]-->e.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual, berikan penghargaan kelompok dan individual.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->14.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]--> VAK (Visualization, Auditory, Kinestetic)</p>
<p class="PAR1">Model pebelajaran ini menganggap bahwa pembelajaran akan efektif dengan memperhatikan ketiga hal tersebut di atas, dengan perkataan lain manfaatkanlah potensi siwa yang telah dimilikinya dengan melatih, mengembangkannya. Istilah tersebut sama halnya dengan istilah pada SAVI, dengan somatic ekuivalen dengan kinesthetic.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->15.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->AIR (Auditory, Intellectualy, Repetition)</p>
<p class="PAR1">Model pembelajaran ini mirip dengan SAVI dan VAK, bedanya hanyalah pada Repetisi yaitu pengulangan yang bermakna pendalama, perluasan, pemantapan dengan cara siswa dilatih melalui pemberian tugas atau quis.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->16.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->TAI (Team Assisted Individualy)</p>
<p class="PAR1">Terjemahan bebas dari istilah di atas adalah Bantuan Individual dalam Kelompok (BidaK) dengan karateristirk bahwa (Driver, 1980) tanggung jawab vbelajar adalah pada siswa. Oleh karena itu siswa harus membangun pengetahuan tidak menerima bentuk jadi dari guru. Pola komunikasi guru-siswa adalah negosiasi dan bukan imposisi-intruksi.</p>
<p class="PAR1">Sintaksi BidaK menurut Slavin (1985) adalah: (1) buat kelompok heterogen dan berikan bahan ajar berupak modul, (2) siswa belajar kelompok dengan dibantu oleh siswa pandai anggota kelompok secara individual, saling tukar jawaban, saling berbagi sehingga terjadi diskusi, (3) penghargaan kelompok dan refleksi serta tes formatif.</p>
<p class="PAR1">
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->17.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->STAD (Student Teams Achievement Division)</p>
<p class="PAR1">STAD adalah salah sati model pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan, buat kelompok heterogen (4-5 orang), diskusikan bahan belajar-LKS-modul secara kolabratif, sajian-presentasi kelompok sehingga terjadi diskusi kelas, kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa atau kelompok, umumkan rekor tim dan individual dan berikan reward.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->18.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->NHT (Numbered Head Together)</p>
<p class="PAR1">NHT adalah salah satu tipe dari pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan, buat kelompok heterogen dan tiap siswa memiliki nomor tertentu, berikan persoalan materi bahan ajar (untuk tiap kelompok sama tapi untuk tiap siswa tidak sama sesuai dengan nomor siswa, tiasp siswa dengan nomor sama mendapat tugas yang sama) kemudian bekerja kelompok, presentasi kelompok dengan nomnor siswa yang sama sesuai tugas masing-masing sehingga terjadi diskusi kelas, kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa, umumkan hasil kuis dan beri reward.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->19.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Jigsaw</p>
<p class="PAR1">Model p[embeajaran ini termasuk pembelajaran koperatif dengan sintaks sepeerti berikut ini. Pengarahan, iformasi bahan ajar, buat kelompok heterogen, berikan bahan ajar (LKS) yang terdiri dari beberapa bagian sesuai dengan banyak siswa dalam kelompok, tiap anggota kelompok bertugas membahasa bagian tertentu, tuiap kelompok bahan belajar sama, buat kelompok ahli sesuai bagian bahan ajar yang sama sehingga terjadi kerja sama dan diskusi, kembali ke kelompok aasal, pelaksnaa tutorial pada kelompok asal oleh anggotan kelompok ahli, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]&#8211;>20.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->TPS (Think Pairs Share)</p>
<p class="PAR1">Model pembelajaran ini tergolong tipe koperatif dengan sintaks: Guru menyajikan materi klasikal, berikan persoalan kepada siswa dan siswa bekerja kelompok dengan cara berpasangan sebangku-sebangku (think-pairs), presentasi kelompok (share), kuis individual, buat skor perkembangan tiap siswa, umumkan hasil kuis dan berikan reward.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->21.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->GI (Group Investigation)</p>
<p class="PAR1">Model koperatif tipe GI dengan sintaks: Pengarahan, buat kelompok heterogen dengan orientasi tugas, rencanakan pelaksanaan investigasi, tiap kelompok menginvestigasi proyek tertentu (bisa di luar kelas, misal mengukur tinggi pohon, mendata banyak dan jenis kendaraan di dalam sekolah, jenis dagangan dan keuntungan di kantin sekolah, banyak guru dan staf sekolah), pengoalahn data penyajian data hasi investigasi, presentasi, kuis individual, buat skor perkemangan siswa, umumkan hasil kuis dan berikan reward.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->22.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->MEA (Means-Ends Analysis)</p>
<p class="PAR1">Model pembelajaran ini adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan sintaks: sajikan materi dengan pendekatan pemecahan masalah berbasis heuristic, elaborasi menjadi sub-sub masalah yang lebih sederhana, identifikasi perbedaan, susun sub-sub masalah sehingga terjadli koneksivitas, pilih strategi solusi</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->23.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->CPS (Creative Problem Solving)</p>
<p class="PAR1">Ini juga merupakan variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah melalui teknik sistematik dalam mengorganisasikan gagasan kreatif untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Sintaksnya adalah: mulai dari fakta aktual sesuai dengan materi bahan ajar melalui tanya jawab lisan, identifikasi permasalahan dan fokus-pilih, mengolah pikiran sehingga muncul gagasan orisinil untuk menentukan solusi, presentasi dan diskusi.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->24.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->TTW (Think Talk Write)</p>
<p class="PAR1">Pembelajaran ini dimulai dengan berpikir melalui bahan bacaan (menyimak, mengkritisi, dan alternative solusi), hasil bacaannya dikomunikasikan dengan presentasi, diskusi, dan kemudian buat laopran hasil presentasi. Sinatknya adalah: informasi, kelompok (membaca-mencatatat-menandai), presentasi, diskusi, melaporkan.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->25.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->TS-TS (Two Stay – Two Stray)</p>
<p class="PAR1">Pembelajaran model ini adalah dengan cara siswa berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan kelompok lain. Sintaknya adalah kerja kelompok, dua siswa bertamu ke kelompok lain dan dua siswa lainnya tetap di kelompoknya untuk menerima dua orang dari kelompok lain, kerja kelompok, kembali ke kelompok asal, kerja kelompok, laporan kelompok.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->26.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->CORE (Connecting, Organizing, Refleting, Extending)</p>
<p class="PAR1">Sintaknya adalah (C) koneksi informasi lama-baru dan antar konsep, (0) organisasi ide untuk memahami materi, (R) memikirkan kembali, mendalami, dan menggali, (E) mengembangkan, memperluas, menggunakan, dan menemukan.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->27.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review)</p>
<p class="PAR1">Pembelajaran ini adalah strategi membaca yang dapat mengembangkan meta kognitif siswa, yaitu dengan menugaskan siswa untuk membaca bahan belajar secara seksama-cermat, dengan sintaks: Survey dengan mencermati teks bacaan dan mencatat-menandai kata kunci, Question dengan membuat pertanyaan (mengapa-bagaimana, darimana) tentang bahan bacaan (materi bahan ajar), Read dengan membaca teks dan cari jawabanya, Recite dengan pertimbangkan jawaban yang diberikan (cartat-bahas bersama), dan Review dengan cara meninjau ulang menyeluruh</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->28.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->SQ4R (Survey, Question, Read, Reflect, Recite, Review)</p>
<p class="PAR1">SQ4R adalah pengembangan dari SQ3R dengan menambahkan unsur Reflect, yaitu aktivitas memberikan contoh dari bahan bacaan dan membayangkan konteks aktual yang relevan.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->29.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->MID (Meaningful Instructionnal Design)</p>
<p class="PAR1">Model ini adalah pembnelajaran yang mengutyamakan kebermaknaan belajar dan efektifivitas dengan cara membuat kerangka kerja-aktivitas secara konseptual kognitif-konstruktivis. Sintaknya adalah (1) lead-in dengan melakukan kegiatan yang terkait dengan pengalaman, analisi pengalaman, dan konsep-ide; (2) reconstruction melakukan fasilitasi pengalaan belajar; (3) production melalui ekspresi-apresiasi konsep</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->30.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->KUASAI</p>
<p class="PAR1">Pembelajaran akan efektif dengan melibatkan enam tahap berikut ini, Kerangka pikir untuk sukses, Uraikan fakta sesuai dengan gaya belajar, Ambil pemaknaan (mengetahui-memahami-menggunakan-memaknai), Sertakan ingatan dan hafalkan kata kunci serta koneksinya, Ajukan pengujian pemahaman, dan Introspeksi melalui refleksi diri tentang gaya belajar.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->31.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->CRI (Certainly of Response Index)</p>
<p class="PAR1">CRI digunakan untuk mengobservasi proses pembelajaran yang berkenaan dengan tingkat keyakinan siswa tentang kemampuan yang dimilkinya untuk memilih dan menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya. Hutnal (2002) mengemukakan bahwa CRI menggunakan rubric dengan penskoran 0 untuk totally guested answer, 1 untuk amost guest, 2 untuk not sure, 3 untuk sure, 4 untuk almost certain, dn 5 untuk certain.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->32.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->DLPS (Double Loop Problem Solving)</p>
<p class="PAR1">DPLS adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan penekanan pada pencarian kausal (penyebab) utama daritimbulnya masalah, jadi berkenaan dengan jawaban untuk pertanyaan mengapa. Selanutnya menyelesaikan masalah tersebut dengan cara menghilangkan gap uyang menyebabkan munculnya masalah tersebut.</p>
<p class="PAR1">Sintaknya adalah: identifkasi, deteksi kausal, solusi tentative, pertimbangan solusi, analisis kausal, deteksi kausal lain, dan rencana solusi yang terpilih. Langkah penyelesdai maslah sebagai berikurt: menuliskan pernyataan masalah awal, mengelompokkan gejala, menuliskan pernyataan masalah yang telah direvisi, mengidentifikasui kausal, imoplementasi solusi, identifikasi kausal utama, menemukan pilihan solusi utama, dan implementasi solusi utama.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->33.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->DMR (Diskursus Multy Reprecentacy)</p>
<p class="PAR1">DMR adalah pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan, penggunaan, dan pemanfaatan berbagai representasi dengan setting kelas dan kerja kelompok. Sintaksnya adalah: persiapan, pendahuluan, pengemabangan, penerapan, dan penutup.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->34.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->CIRC (Cooperative, Integrated, Reading, and Composition)</p>
<p class="PAR1">Terjemahan bebas dari CIRC adalah komposisi terpadu membaca dan menulis secara koperatif –kelompok. Sintaksnya adalah: membentuk kelompok heterogen 4 orang, guru memberikan wacana bahan bacaan sesuai dengan materi bahan ajar, siswa bekerja sama (membaca bergantian, menemukan kata kunci, memberikan tanggapan) terhadap wacana kemudian menuliskan hasil kolaboratifnya, presentasi hasil kelompok, refleksi.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->35.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->IOC (Inside Outside Circle)</p>
<p class="PAR1">IOC adalah mode pembelajaran dengan sistim lingkaran kecil dan lingkaran besar (Spencer Kagan, 1993) di mana siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan ssingkat dan teratur. Sintaksnya adalah: Separu dari sjumlah siswa membentuk lingkaran kecil menghadap keluar, separuhnya lagi membentuk lingkaran besar menghadap ke dalam, siswa yang berhadapan berbagi informasi secara bersamaan, siswa yang berada di lingkran luar berputar keudian berbagi informasi kepada teman (baru) di depannya, dan seterusnya</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->36.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]--> Tari Bambu</p>
<p class="PAR1">Model pembelajaran ini memberuikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda secara teratur. Strategi ini cocok untuk bahan ajar yang memerlukan pertukartan pengalaman dan pengetahuan antar siswa. Sintaksnya adalah: Sebagian siswa berdiri berjajar di depoan kelas atau di sela bangku-meja dan sebagian siswa lainnya berdiri berhadapan dengan kelompok siswa opertama, siswa yang berhadapan berbagi pengalkaman dan pengetahuan, siswa yang berdiri di ujung salah satui jajaran pindah ke ujunug lainnya pada jajarannya, dan kembali berbagai informasi.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->37.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Artikulasi</p>
<p class="PAR1">Artikulasi adlah mode pembelajaran dengan sintaks: penyampaian konpetensi, sajian materi, bentuk kelompok berpasangan sebangku, salah satu siswa menyampaikan materi yang baru diterima kepada pasangannya kemudian bergantian, presentasi di depan hasil diskusinya, guru membimbing siswa untuk menyimpulkan.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->38.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Debate</p>
<p class="PAR1">Debat adalah model pembalajaranb dengan sisntaks: siswa menjadi 2 kelompok kemudian duduk berhadapan, siswa membaca materi bahan ajar untuk dicermati oleh masing-masing kelompok, sajian presentasi hasil bacaan oleh perwakilan salah satu kelompok kemudian ditanggapi oleh kelompok lainnya begitu setrusnya secara bergantian, guru membimbing membuat kesimpulan dan menambahkannya biola perlu.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->39.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Role Playing</p>
<p class="PAR1">Sintak dari model pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan scenario pembelajaran, menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari scenario tersebut, pembentukan kelompok siswa, penyampaian kompetensi, menunjuk siswa untuk melakonkan scenario yang telah dipelajarinya, kelompok siswa membahas peran yang dilakukan oleh pelakon, presentasi hasil kelompok, bimbingan penimpoulan dan refleksi.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->40.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Talking Stick</p>
<p class="PAR1">Suintak p[embelajana ini adalah: guru menyiapkan tongkat, sajian materi pokok, siswa mebaca materi lengkap pada wacana, guru mengambil tongkat dan memberikan tongkat kepada siswa dan siswa yang kebagian tongkat menjawab pertanyaan dari guru, tongkat diberikan kepad siswa lain dan guru memberikan petanyaan lagi dan seterusnya, guru membimbing kesimpulan-refleksi-evaluasi.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]&#8211;>41.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Snowball Throwing</p>
<p class="PAR1">Sintaknya adalah: Informasi materi secara umum, membentuk kelompok, pemanggilan ketua dan diberi tugas membahas materi tertentu di kelompok, bekerja kelompok, tiap kelompok menuliskan pertanyaan dan diberikan kepada kelompok lain, kelompok lain menjawab secara bergantian, penyuimpulan, refleksi dan evaluasi</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->42.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Student Facilitator and Explaining</p>
<p class="PAR1">Langkah-langkahnya adalah: informasi kompetensi, sajian materi, siswa mengembangkannya dan menjelaskan lagi ke siswa lainnya, kesimpulan dan evaluasi, refleksi.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->43.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Course Review Horay</p>
<p class="PAR1">Langkah-langkahnya: informasi kompetensi, sajian materi, tanya jawab untuk pemantapan, siswa atau kelompok menuliskan nomor sembarang dan dimasukkan ke dalam kotak, guru membacakan soal yang nomornya dipilih acak, siswa yang punya nomor sama dengan nomor soal yang dibacakan guru berhak menjawab jika jawaban benar diberi skor dan siswa menyambutnya dengan yel hore atau yang lainnya, pemberian reward, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->44.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Demostration</p>
<p class="PAR1">Pembelajaran ini khusu untuk materi yang memerlukan peragaan media atau eksperimen. Langkahnya adalah: informasi kompetensi, sajian gambaran umum materi bahan ajar, membagi tugas pembahasan materi untuk tiap kelompok, menunjuk siswa atau kelompok untuk mendemonstrasikan bagiannya, dikusi kelas, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->45.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Explicit Instruction</p>
<p class="PAR1">Pembelajaran ini cocok untuk menyampaikan materi yang sifatnya algoritma-prosedural, langkah demi langkah bertahap. Sintaknya adalah: sajian informasi kompetensi, mendemontrasikan pengetahuan dan ketrampilan procedural, membimbing pelatihan-penerapan, mengecek pemahaman dan balikan, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->46.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Scramble</p>
<p class="PAR1">Sintaknya adalah: buatlah kartu soal sesuai marteri bahan ajar, buat kartu jawaban dengan diacak nomornya, sajikan materi, membagikan kartu soal pada kelompok dan kartu jawaban, siswa berkelompok mengerjakan soal dan mencari kartu soal untuk jawaban yang cocok.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->47.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Pair Checks</p>
<p class="PAR1">Siswa berkelompok berpasangan sebangku, salah seorang menyajikan persoalan dan temannya mengerjakan, pengecekan kebenaran jawaban, bertukar peran, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->48.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Make-A Match</p>
<p class="PAR1">Guru menyiapkan kartu yang berisi persoalan-permasalahan dan kartu yang berisi jawabannya, setiap siswa mencari dan mendapatkan sebuah kartu soal dan berusaha menjawabnya, setiap siswa mencari kartu jawaban yang cocok dengan persoalannya siswa yang benar mendapat nilai-reward, kartu dikumpul lagi dan dikocok, untuk badak berikutnya pembelaarn seperti babak pertama, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->49.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Mind Mapping</p>
<p class="PAR1">Pembelajara ni sangat cocok untuk mereviu pengetahuan awal siswa. Sintaknya adalah: informasi kompetensi, sajian permasalahan terbuka, siswa berkelompok untuk menanggapi dan membuat berbagai alternatiu jawababn, presentasi hasuil diskusi kelompok, siswa membuat ksimpulan dari hasil setiap kelompok, evaluasi dan refleksi.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->50.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Examples Non Examples</p>
<p class="PAR1">Persiapkan gambar, diagram, atau tabel sesuai materi bahan ajar dan kompetensi, sajikan gambar ditempel atau pakai OHP, dengan petunjuk guru siswa mencermati sajian, diskusi kelompok tentang sajian gambar tadi, presentasi hasil kelompok, bimbingan penyimpulan, valuasi dan refleksi.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->51.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Picture and Picture</p>
<p class="PAR1">Sajian informasi kompetensi, sajian materi, perlihatkan gambar kegiatan berkaitan dengan materi, siswa (wakil) mengurutkan gambar sehingga sistematik, guru mengkonfirmasi urutan gambar tersebut, guru menanamkan konsep sesuai materi bahan ajar, penyimpulan, evaluasi dan refleksi.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->52.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Cooperative Script</p>
<p class="PAR1">Buat kelompok berpasangan sebangku, bagikan wacana materi bahan ajar, siswa mempelajari wacana dan membuat rangkuman, sajian hasil diskusi oleh salah seorang dan yang lain menanggapi, bertukar peran, penyimpulan, evaluasi dan refleksi.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->53.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->LAPS-Heuristik</p>
<p class="PAR1">Heuristik adalah rangkaian pertanyaan yang bertisfat tuntunan dalam rangaka solusi masalah. LAPS ( Logan Avenue Problem Solving) dengan kata Tanya apa masalahnya, adakah alternative, apakah bermanfaat, apakah solusinya, dan bagaimana sebaiknya mengerjakannya. Sintaks: pemahaman masalah, rencana, solusi, dan pengecekan.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->54.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Improve</p>
<p class="PAR1">Improve singkatan dari Introducing new concept, Metakognitive questioning, Practicing, Reviewing and reducing difficulty, Obtaining mastery, Verivication, Enrichment. Sintaknya adalah sajian pertanyaan untuk mengantarkan konsep, siswa latian dan bertanya, balikan-perbnaikan-pengayaan-interaksi.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->55.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Generatif</p>
<p class="PAR1">Basi gneratif adalah konstruksivisme dengan sintaks orintasi-motivasi, pengungkapan ide-konsep awal, tantangan dan restruturisasi sajiankonsep, aplikasi, ranguman, evaluasi, dan refleksi</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->56.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Circuit Learning</p>
<p class="PAR1">Pembelajaran ini adalah dengan memaksimalkan pemberdayaan pikiran dan perasaan dengan pola bertambah dan mengulang. Sintaknya adalah kondisikan situasi belajar kondusif dan focus, siswa membuat catatan kreatif sesuai dengan pola pikirnya-peta konsep-bahasa khusus, Tanya jawab dan refleksi</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->57.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Complette Sentence</p>
<p class="PAR1">Pembelajaran dengan model melengkapi kalimat adalah dengan sintakas: sisapkan blanko isian berupa aparagraf yang kalimatnya belum lengkap, sampaikan kompetensi, siswa ditugaskan membaca wacana, guru membentuk kelompok, LKS dibagikan berupa paragraph yang kaliatnya belum lengkap, siswa berkelompok melengkapi, presentasi.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->58.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Concept Sentence</p>
<p class="PAR1">Proseduirnya adalah poenyampaian kompetensi, sajian materi, membentuk kelompok heterogen, guru menyiapkan kata kunci sesuai materi bahan ajar, tia kelompok membeuat kalimat berdasarkankata kunci, presentasi.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->59.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Time Token</p>
<p class="PAR1">Model ini digunakan (Arebds, 1998) untuk melatih dan mengembangkan ketrampilan sosial agar siswa tidak mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali. Langkahnya adalah kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi, tiap siswa diberi kupon bahan pembicaraan (1 menit), siswa berbicara (pidato-tidak membaca) berdasarkan bahan pada kupon, setelah selesai kupon dikembalikan.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->60.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Take and Give</p>
<p class="PAR1">Model pembelajaran menerima dan memberi adalah dengan sintaks, siapkan kartu dengan yang berisi nama siswa &#8211; bahan belajar &#8211; dan nama yang diberi, informasikan kompetensi, sajian materi, pada tahap pemantapan tiap siswa disuruh berdiri dan mencari teman dan saling informasi tentang materi atau pendalaman-perluasannya kepada siswa lain kemudian mencatatnya pada kartu, dan seterusnya dengan siswa lain secara bergantian, evaluasi dan refleksi</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->61.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Superitem</p>
<p class="PAR1">Pembelajaran ini dengan cara memberikan tugas kepada siswa secara bertingkat-bertahap dari simpel ke kompleks, berupa opemecahan masalah. Sintaksnya adalah ilustrasikan konsep konkret dan gunakan analogi, berikan latihan soal bertingkat, berikan sal tes bentuk super item, yaitu mulai dari mengolah informasi-koneksi informasi, integrasi, dan hipotesis.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->62.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Hibrid</p>
<p class="PAR1">Model hibrid adalah gabungan dari beberapa metode yang berkenaan dengan cara siswa mengadopsi konsep. Sintaknya adalah pembelajaran ekspositori, koperatif-inkuiri-solusi-workshop, virtual workshop menggunakan computer-internet.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->63.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Treffinger</p>
<p class="PAR1">Pembelajaran kreatif dengan basis kematangan dan pengetahuan siap. Sintaks: keterbukaan-urun ide-penguatan, penggunaan ide kreatif-konflik internal-skill, proses rasa-pikir kreatif dalam pemecahan masalah secara mandiri melalui pemanasan-minat-kuriositi-tanya, kelompok-kerjasama, kebebasan-terbuka, reward.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->64.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Kumon</p>
<p class="PAR1">Pembelajarn dengan mengaitkan antar konsep, ketrampilan, kerja individual, dan menjaga suasana nyaman-menyenangkan. Sintaksnya adalah: sajian konsep, latihan, tiap siswa selesai tugas langsung diperiksa-dinilai, jika keliru langsung dikembalikan untuk diperbaiki dan diperiksa lagi, lima kali salah guru membimbing.</p>
<p class="NOMOR1"><!--[if !supportLists]-->65.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Quantum</p>
<p class="PAR1">Memandang pelaksanaan pembelajaran seperti permainan musik orkestra-simfoni. Guru harus menciptakan suasana kondusif, kohesif, dinamis, interaktif, partisipatif, dan saling menghargai. Prinsip quantum adalah semua berbicara-bermakna, semua mempunyai tujuan, konsep harus dialami, tiap usaha siswa diberi reward. Strategi quantum adalah tumbuhkan minat dengan AMBak, alami-dengan dunia realitas siswa, namai-buat generalisasi sampai konsep, demonstrasikan melalui presentasi-komunikasi, ulangi dengan Tanya jawab-latihan-rangkuman, dan rayakan dengan reward dengan senyum-tawa-ramah-sejuk-nilai-harapan.</p>
<p class="PAR1">Rumus quantum fisika asdalah E = mc<sup>2</sup>, dengan E = energi yang diartikan sukses, m = massa yaitu potensi diri (akal-rasa-fisik-religi), c = communication, optimalkan komunikasi + dengan aktivitas optimal.</p>
<p class="SUBABESAR"><!--[if !supportLists]-->E. <span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:&amp;"> </span><!--[endif]-->Penutup</p>
<p class="PARABESAR">Kehidupan akan terasa indah ap[abila ada variasi, sebaliknya akan terasa membosankan jika segalanya monoton tak berubah. Perubahan kea rah perbaikan adalah tuntutan alamiah yang menjadi kebutuhan setiap insane dalam setiap kehidupan.</p>
<p class="PARABESAR">Manusia telah dibekali akal dan rasa untuk berkreasi, menciptakan inovasi, agar segalanya berubah ke arah yang lebih baik dengan ikhtiar mulai dari diri sendiri. Begitu pulal dalam pembelajaran, penciptaan suasan kondusif perlu dilakukan, karena unsur rasa dalam berpikir selalu turut serta dan tak bisa dipisahkan. Oleh karena itu penciptaan suasana kondusif perlu dilakukan sehingga dalam belajar siswa tidak lagi merasa cemas, tidak lagi takut dalam berpartisipasi, tidak lagi dirasakan sebagai kewajiban, melainkan memnjadi kesadaran dan kebutuhan, dalam suasana perasaan yang nyaman dan menyenangkan.</p>
<p class="PARABESAR">Salah satu cara untuk menciptakan suasan yang nyaman dan menyenangkan sert terhndar dari kevbiosanan adalah dengan memahami dan melaksanakan model belajar yang dilakukan siswa, komunikasi positif yang efektif, dan model pembelajaran yang inovatif. Semoga.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bernardtokan.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bernardtokan.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bernardtokan.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bernardtokan.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bernardtokan.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bernardtokan.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bernardtokan.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bernardtokan.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bernardtokan.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bernardtokan.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bernardtokan.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bernardtokan.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bernardtokan.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bernardtokan.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bernardtokan.wordpress.com&amp;blog=1541813&amp;post=66&amp;subd=bernardtokan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bernardtokan.wordpress.com/2010/03/17/66/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3b26df6dd4d1274032bc15974824e216?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bernardtokan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>APAKAH ANDA SIAP MENYAMBUT KEHADIRAN ADONARA KAPUPATEN?</title>
		<link>http://bernardtokan.wordpress.com/2010/01/15/apakah-anda-siap-menyambut-kehadiran-adonara-kapupaten/</link>
		<comments>http://bernardtokan.wordpress.com/2010/01/15/apakah-anda-siap-menyambut-kehadiran-adonara-kapupaten/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 05:45:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bernardtokan</dc:creator>
				<category><![CDATA[DAMAI ITU MEMANG INDAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bernardtokan.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Tentu saja tak seorangpun warga Adonara tak pernah menolak kehadiran Kapupaten baru pada saatnya nanti. Perasaan girang akan mewarnai segenap warga Adonara yang sedang berada di Lewotana maupun di perantauan lainya. Harapan untuk hidup mandiri akan memberikan semangat baru sebagai tercapainya sebuah impian yang telah lama didambakan. Waktu yang lama akan lebih singkat, jarak yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bernardtokan.wordpress.com&amp;blog=1541813&amp;post=96&amp;subd=bernardtokan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tentu saja tak seorangpun warga Adonara tak pernah menolak kehadiran Kapupaten baru pada saatnya nanti. Perasaan girang akan mewarnai segenap warga Adonara yang sedang berada di Lewotana maupun di perantauan lainya. Harapan untuk hidup mandiri akan memberikan semangat baru sebagai tercapainya sebuah impian yang telah lama didambakan. Waktu yang lama akan lebih singkat, jarak yang jauh akan lebih dekat dalam memotivasi aktivitas warganya agar lebih efektif dan efsien  dalam berbagai sektor kegiatan. Hal yang tidak biasa dilakukan oleh segenap warga Adonara yang dianggap sebagai sebuah kegagalan dalam kehidupannya (walau tidak seluruhnya),  ialah bahwa problem penyelesaian perbedaan pendapat untuk mendapatkan kata sepakat sebagai sebuah solosi yang tidak saling merugikan. Masalahnya adalah warga Adonara (tidak seluruhnya) selalu menonjolkan harga diri sebagai harga mati yang  harus dipertahankan. Kejujuran dan kepolosan telah membentuk masyarakatnya  begitu kental melekat, menjadikan  sebagian warga ingin bangkit melakukan perubahan secara frontal yang berdampak pada perselisihan antar kelompok masyarakat tertentu. Hal demikian tentu saja diharapkan agar masing-masing  orang terutama bagi antar kelompok masyarakat untuk saling menerima sejarah masa lalu dan modernisasi sebagai  perubahan kehidupan manusia di saat ini. Semoga kita semua harus belajar dari budaya di luar Adonara, untuk memberikan rasa nyaman kepada segenap warga Adonara yang ingin hidup berdampingan secara damai. Maka kita semua sebagai warga Adonara wajib berkata SIAP menyambut kehadiran Kabupaten Adonara.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bernardtokan.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bernardtokan.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bernardtokan.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bernardtokan.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bernardtokan.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bernardtokan.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bernardtokan.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bernardtokan.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bernardtokan.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bernardtokan.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bernardtokan.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bernardtokan.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bernardtokan.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bernardtokan.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bernardtokan.wordpress.com&amp;blog=1541813&amp;post=96&amp;subd=bernardtokan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bernardtokan.wordpress.com/2010/01/15/apakah-anda-siap-menyambut-kehadiran-adonara-kapupaten/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3b26df6dd4d1274032bc15974824e216?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bernardtokan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KENAPA HARUS KORUPSI?</title>
		<link>http://bernardtokan.wordpress.com/2009/12/09/kenapa-harus-korupsi/</link>
		<comments>http://bernardtokan.wordpress.com/2009/12/09/kenapa-harus-korupsi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 01:28:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bernardtokan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bernardtokan.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Korupsi merupakan bagian lain dari perilaku dan tindakan manusia untuk memenuhi kepuasan bathin. Perilaku dan tindakan itu timbul akibat keinginan seseorang untuk memperoleh sesuatu yang lain, dimana sesuatu yang telah dimilikinya  selama ini dirasakan masih tak cukup untuk dinikmati. Dengan didorong oleh rasa ingin memiliki sesuatu yang lebih,  membuatnya memaksakan kehendak untuk mendapatkan sesuatu yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bernardtokan.wordpress.com&amp;blog=1541813&amp;post=93&amp;subd=bernardtokan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong><em><span style="font-size:28pt;font-family:&quot;"> </span></em></strong><strong><em><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;"></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><em><span style="font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"> Korupsi merupakan bagian lain dari perilaku dan tindakan manusia untuk memenuhi kepuasan bathin. Perilaku dan tindakan itu timbul akibat keinginan seseorang untuk memperoleh sesuatu yang lain, dimana sesuatu yang telah dimilikinya  selama ini dirasakan masih tak cukup untuk dinikmati. Dengan didorong oleh rasa ingin memiliki sesuatu yang lebih,  membuatnya memaksakan kehendak untuk mendapatkan sesuatu yang sebenarnya bukan menjadi haknya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"> Kita ketahui bahwa kebutuhan manusia pada umumnya cukup meliputi <em>Sandang, Pangan, Papan</em> serta <em>kebutuhan Kesehatan</em> dan <em>kebutuhan Pendidikan</em>. Terpenuhinya  kebutuhan kehididupan manusia ini, akan memberikan ukuran sejahtera tidaknya  sesorang.  Ini merupakan hak hidup manusia yang diperoleh dari upaya  membanting tulang dan memeras keringat dengan memanfaatkan waktu, pikiran dan tenaga dalam berkarya. Dan ini yang disebut dengan kebutuhan  untuk memenuhi tuntutan  kehidupan manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"> Lain halnya dengan sebagian orang yang cara menikmati hidup berdasarkan pada keinginan. Apa lagi ukuran sejahtera atau ukuran sukses berpatokan pada  Rumah mewah dan mobil mewah ber-angka jamak. Hal demikian tidak lagi menjadi sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi, namun akan menjadi sebuah keinginan yang harus diperoleh, lalu akan  menggodanya untuk melakukan </span><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">KORUPSI</span></em><span style="font-family:&quot;"> guna  menjalankan kehidupannya secara mewah. Orang demikian so pasti  menjadi </span><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">budak harta</span></em><span style="font-family:&quot;"> atas kemewahannya. Maka sepanjang kebutuhan manusia itu adalah sebuah keinginan, korupsi tak pernah berakhir. </span><strong>→ </strong><strong><em><span style="font-family:&quot;">Kalau tak percaya renungkan sendiri ! </span>→</em></strong><strong><span style="font-family:&quot;"></span></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bernardtokan.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bernardtokan.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bernardtokan.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bernardtokan.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bernardtokan.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bernardtokan.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bernardtokan.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bernardtokan.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bernardtokan.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bernardtokan.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bernardtokan.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bernardtokan.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bernardtokan.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bernardtokan.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bernardtokan.wordpress.com&amp;blog=1541813&amp;post=93&amp;subd=bernardtokan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bernardtokan.wordpress.com/2009/12/09/kenapa-harus-korupsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3b26df6dd4d1274032bc15974824e216?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bernardtokan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
