Desember 9, 2009 oleh bernardtokan
Korupsi merupakan bagian lain dari perilaku dan tindakan manusia untuk memenuhi kepuasan bathin. Perilaku dan tindakan itu timbul akibat keinginan seseorang untuk memperoleh sesuatu yang lain, dimana sesuatu yang telah dimilikinya selama ini dirasakan masih tak cukup untuk dinikmati. Dengan didorong oleh rasa ingin memiliki sesuatu yang lebih, membuatnya memaksakan kehendak untuk mendapatkan sesuatu yang sebenarnya bukan menjadi haknya.
Kita ketahui bahwa kebutuhan manusia pada umumnya cukup meliputi Sandang, Pangan, Papan serta kebutuhan Kesehatan dan kebutuhan Pendidikan. Terpenuhinya kebutuhan kehididupan manusia ini, akan memberikan ukuran sejahtera tidaknya sesorang. Ini merupakan hak hidup manusia yang diperoleh dari upaya membanting tulang dan memeras keringat dengan memanfaatkan waktu, pikiran dan tenaga dalam berkarya. Dan ini yang disebut dengan kebutuhan untuk memenuhi tuntutan kehidupan manusia.
Lain halnya dengan sebagian orang yang cara menikmati hidup berdasarkan pada keinginan. Apa lagi ukuran sejahtera atau ukuran sukses berpatokan pada Rumah mewah dan mobil mewah ber-angka jamak. Hal demikian tidak lagi menjadi sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi, namun akan menjadi sebuah keinginan yang harus diperoleh, lalu akan menggodanya untuk melakukan KORUPSI guna menjalankan kehidupannya secara mewah. Orang demikian so pasti menjadi budak harta atas kemewahannya. Maka sepanjang kebutuhan manusia itu adalah sebuah keinginan, korupsi tak pernah berakhir. → Kalau tak percaya renungkan sendiri ! →
Ditulis dalam Tidak terkategori | Leave a Comment »
Maret 11, 2009 oleh bernardtokan
SANGAT TERGANTUNG PADA “KOMITMEN BUKAN JANJI TAPI BUKTI” OLEH PARA PARA CALEG ANAK LEWOTANA YANG LOLOS JADI ANGGOTA DEWAN PADA PILEG 2009.
Bukan merupakan upaya untuk menjual beli suara pemilu yang akan datang demi kepentingan kelompok masyarakat tertentu, namun dianggap sebagai sesuatu yang lumrah karena pengalaman sebelumnya, bahwa amanat rakyat yang disampaikan melalui surat suara oleh peserta pemilu sehingga telah terpilihnya beberapa anggota dewan (pusat maupun daerah) asal Adonara mungkin belum berbuat banyak untuk lebih meng-gelekat Lewotana baik fisik maupun mental. Maka perlu adanya inisiatif lebih pro aktif dari para kontestan pemilu legislatif asal Pulau Adonara untuk melakukan pendekatan dalam rangka sosialisasi partai serta nama caleg, perlu mempertimbangkan strategi yang tepat untuk meraih suara masyarakat sebanyak-banyaknya.
Entah siapapun orangnya, namun anda ingin menang dalam kompetisi ini maka buatlah sebuah komitmen bukan janji tapi bukti dihadapan mereka yang dengan jelas bakal mengusung anda menjadi orang yang dipercaya untuk lima tahun kedepan. Dan anda adalah harapan mereka untuk mewujudkan sebuah kabupaten baru di pulau Adonara. Maka jangan biarkan kantong-kantong suara yang terkoordinir melalui forum-forum anak Adonara yang menyebar diseluruh kota maupun desa di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Karena visi dan misi kendaraan anda telah menjadi isu yang sangat klasik, yang apa bila anda paparkan maka kedengarannya seakan anda tengah melakukan kebohongan puplic. Bukan berarti anda mengabaikan visi dan dan misi kenadaraan sendiri, tapi lebih dari itu buatlah sesuatu yang lebih nyata dirasakan oleh orang yang telah mempercayai anda.
Oleh karena itu bangkit dan maju bersama optimismemu agar kita semua bergandengan tangan untuk bersatu, baik jiwa maupun raga karena “tite ata koli lolon hena”
Ditulis dalam Daftar Blog, Politik | 1 Komentar »
Februari 12, 2009 oleh bernardtokan
Interval not antarspasi (atau antargaris) adalah terts, sedangkan interval antara garis dan spasi adalah sekunde.
Dalam notasi balok, sistem paranada bergaris lima digunakan sebagai dasar. Bersama dengan keterangan mengenai tempo, ketukan, dinamika, dan instrumentasi yang digunakan, not ditempatkan pada paranada dan dibaca dari kiri ke kanan. Durasi nada dilambangkan dengan nilai not yang berbeda-beda, sedangkan tinggi nada dilambangkan dalam posisi not secara vertikal pada paranada. Interval dua not yang dipisahkan satu garis paranada (yaitu berada pada dua spasi yang bersebelahan) seperti digambarkan pada ilustrasi di samping merupakan interval terts, sedangkan interval antara not pada spasi dengan not pada garis adalah interval sekunde. Tanda kunci pada awal paranada menunjukkan tinggi nada yang diwakili oleh garis dan spasi pada paranada tersebut. Pada gambar di samping, kunci-G digunakan, menandakan bahwa garis kedua dari bawah melambangkan nada g¹. Dengan demikian, interval terts pada gambar di samping adalah pasangan nada a1–c2, sedangkan interval sekunde merupakan pasangan nada a1–b1. Not-not yang melambangkan tinggi nada di luar jangkauan kelima garis paranada dapat digambarkan dengan menggunakan garis bantu yang diletakkan di atas atau di bawah paranada.
[sunting] Contoh penggunaan notasi balok
Penggunaan notasi balok dijelaskan dalam contoh yang diambil dari bagian awal karya Johann Strauss, An der schönen blauen Donau yang disederhanakan (
perdengarkan).
Bagian awal An der schönen blauen Donau yang disederhanakan.
- Di sebelah kiri atas pada awal lagu biasanya ditempatkan petunjuk tempo (yaitu kecepatan lagu), seringkali dalam bahasa Italia, yang di sini menunjukkan “tempo waltz“. Selain itu juga terdapat penanda metronom dalam satuan BPM (beats per minute), di sini 142 ketukan per menit.
- Tanda birama menunjukkan ritme lagu. Angka di bagian atas tanda birama menunjukkan jumlah ketukan per birama, sedangkan angka di bawah menunjukkan nilai not per ketukan. Tanda birama 3/4 di sini menunjukkan bahwa terdapat tiga ketukan dalam birama, satu ketukan kuat diikuti dua ketukan lemah, dan masing-masing ketukan bernilai not seperempat.
- Garis birama merupakan pemisah antarbirama.
- Pada bagian awal paranada terdapat kunci-G yang menandakan bahwa garis kedua dari bawah melambangkan nada g¹ (berfrekuensi sekitar 418 Hz).
- Tanda mula utama yang di sini terdiri dari dua tanda mula kres pada garis nada c dan f menunjukkan bahwa kedua nada tersebut dinaikkan setengah nada dalam semua oktaf (dimainkan sebagai nada cis dan fis) serta menunjukkan bahwa karya musik bersangkutan bertangga nada D mayor atau B minor.
- Not pertama adalah not seperempat dengan nada d1, dengan dinamika (nyaring lembutnya suara) mf (bahasa Italia, mezzo forte: agak nyaring). Dapat dilihat bahwa not tersebut langsung diikuti garis birama walaupun tiga ketuk dalam birama tersebut belum selesai. Dengan demikian, karya ini dimulai bukan dengan ketukan pertama bertekanan, melainkan dengan ketukan ketiga lemah dalam suatu birama pembuka (anacrusis).
- Not kedua juga merupakan not seperempat dan bernada d1 yang jatuh pada ketukan pertama dalam birama berikutnya.
- Tanda legato menghubungkan not d1 tersebut dengan not fis1 dan a1, menandakan bahwa ketiga not tersebut harus dimainkan secara legato (sambung-menyambung).
- Pada birama berikutnya terdapat not setengah bernada a1 berdurasi dua ketukan.
- Berikutnya terdapat not seperempat dengan dua kepala not pada posisi nada fis2 dan a2, menandakan bahwa kedua nada tersebut harus dimainkan bersamaan. Di atas not tersebut terdapat tanda staccato, menandakan bahwa not tersebut harus dimainkan secara staccato (terpisah nyata dari not sebelum dan sesudahnya).
- Tanda diam seperempat menandakan bahwa tidak ada nada yang dimainkan selama (dalam hal ini) satu ketukan.
- Di bawah tiga birama terakhir terdapat tanda decrescendo, menandakan bahwa pada ketiga birama tersebut terdapat perubahan dinamika, yaitu dimainkan makin melembut (dapat juga ditulis decresc. atau dim., diminuendo).
Ditulis dalam Tidak terkategori | Leave a Comment »
Desember 1, 2008 oleh bernardtokan
Secara kebetulan gubernur NTT Frans Lebu Raya hadir pada acara pembubaran panitia syukuran FREN dengan warga NTT se Jabodetabeg di Restoran sederhana Handayani Minggu, 30 Nopember 2008. Edu Lamablawa selaku ketua panitia melaporkan hasil kerja keras panitia hingga terselenggaranya acara tersebut dihadapan anggota panitia, gubernur serta sekda NTT. Selanjutnya Edu menyampaikan rasa terima kepada anggota panitia dan segenap warga asal NTT se Jabodetabeg yang terlibat secara langsung maupun tak langsung dalam mensukseskan acara tersebut.
Dalam rangka pembubaran panitia ini merupakan kesempatan yang baik untuk dapat bertemu dengan gubenur NTT. Dihadapan panitia yang kurang lebih 40 orang gubernur menyampaikan bahwa NTT mesti bangkit untuk mengembalikan harga diri dari image ketertinggalan dan kemiskinan. Isu kemiskinan serta pendapatan asli daerah NTT yang minim membuat suara gubernurnya menjadi tak kedengaran sampai ketingkat pusat. Walau berkali-kali para gubernur NTT berteriak untuk minta diperhatikan dari masa kemasa. Hal ini mebangkitkan semangat Frans Lebu Raya untuk berdialog bersama dengan gubernur NTB sebagai kembarannya dan gubernur Bali sebagai propinsi induk dari Nusa Tenggara ( Sunda Kecil) sebelum lahirnya NTT dan NTB pada perjalanan dinasnya bersama sekda sebelum berkunjung dengan anggota DPR RI asal warga NTT di Jakarta. Dengan harapan semoga suara para gubernur ini dapat didengar pemerintah pusat. Maka ketiganya telah sepakat untuk rencana bekerja sama dalam berbagai aspek yang konkritnya akan dibicarakan kemudian pada bulan Desember 2008 ini. Demikian dipaparkan gubernur NTT Frans Lebu Raya.
Pada kesempatan lain Lebu Raya menghimbau masyarakat NTT ditempat perantauan harus mesti menjaga martabat dan harga diri tanah kelahirannya (red: NTT), serta bisa menjadi warga perantau yang dihormati, dihargai oleh orang disekelilingnya. Maka jadilah orang baik-baik agar dapat berkompetisi secara sehat diperantauan dan semoga dapat menyumbangkan pikiran, tenaga dan atau mengajak relasi / inverstor untuk membangun NTT demi kesejatraan masyarakatnya.
Pertemuan sesaat yang memakan waktu kurang dari dua jam itu terkesan begitu berarti semoga harapan dan komitmen serta kerja keras dari kita sebagai warga NTT, baik swasta maupun pemerintah perlu diwujudkan dalam tindakan nyata. Apa lagi jauh dari korupsi.
Ditulis dalam Daftar Blog | Leave a Comment »
Oktober 22, 2008 oleh bernardtokan
Harapan hidup layak merupakan impian setiap orang. Layak pangan, layak sandang, layak papan, layak sehat serta layak pendidikan, semuanya merupakan hak hidup seseorang. Untuk itu tidak terlepas dari kontribusi manusia dan alam dalam pemulihannya. Salah satunya adalah air karena air merupakan kebutuhan vital sumber kehidupan segala bentuk makluk hidup.
Sumber mata air di pulau Adonara pada era 1970-an sebetulnya masih melimpah ruah. Namun akhir-akhir ini krisis kekeringan di pulau itu sudah diambang batas. Lalu peran pasif masyarakat dan Pemda setempat seakan tak pernah peduli dengan masyalah itu.
Dampak pemanasan global (global worming) tidak cukup memberikan alasan yang berdampak pada kekeringan kandungan air tanah di pulau Adonara. Tapi lebih-lebih karena tak pernah ada rimba larang (hutan lindung) dibawah pengawasan pemda Flores Timur. Sehingga saatnya perlu ada penanaman kembali pohon-pohon disekitar area sumber mata air sebagai kawasan resapan air hujan.
Diharapkan Pemda serta masyarakat setempat dapat bekerja sama dengan pihak penguasa/pemilik lahan disekitar sumber mata, agar daerah-daerah itu dapat dijadikan sebagai hutan lindung tanpa merusak kultur daerahnya. Ini merupakan ajakan penulis semoga harapan hidup layak terutama bagi anak cucu kita dapat terwujud.
Ditulis dalam Daftar Blog | 1 Komentar »
Oktober 13, 2008 oleh bernardtokan
Dalam sebuah kesempatan cukup banyak warga NTT seJabodetabek hadir pada acara kunjungan Gubernur/Wakil gubernur NTT pada Sabtu, 11 Oktober 2008. Acara demi acara, dimulai dengan Dialog seputar permasyalahan NTT serta mencarikan jalan keluar terbaik telah selesai diselenggarakan di lantai 14 Aula gedung Yustinus Kampus Atmajaya Jakarta. Tepat pukul 18.30 penyambutan Gubernur/wagub NTT beserta rombongan masuk ke lantai 15 gedung yang sama, untuk memulai acara ramah tamah bersama dengan masyarakat NTT Jakarta dan sekitarnya yang memang sejak tadi telah memenuhi ruangan itu.
Acara ramah tamah berlangsung diawali dengan Kia Afi melantunkan lagu Karena Cinta dan lagu Flobamora untuk mengawali rentetan mata acara yang lain. Kemudian tarian Padoa, doa syukur oleh tiga orang tokoh agama yang mewakili Kristen Protestan, Katholik dan Islam sebagai bukti begitu erat tali persaudaraan antar umat beragama di bumi Flobamora. Ada sambutan tokoh masyarakat NTT oleh Dr. Yan Riberu mewakili masyakarat NTT yang lebih dominan memaparkan sejarah NTT lalu laporan ketua panitia oleh Eduardus Hena Lamabelawa, kemudian sambutan Frans Lebu selaku gubernur NTT yang mengharapkan masyarakat NTT di Jakarta dan sekitarnya: 1. Dalam keseharian harus sanggup menjaga nama baik NTT, 2. Sebagai investor untuk membangun tanah kelahirannya sebagai wujud gelekat Lewotanah dan 3. Atau mengajak para relasinya (investor) dari daerah lain untuk menanamkan modalnya di NTT. Setelah selesai Sambutan Gubernur NTT dilanjutkan dengan penyerahan Harapan dan Gagasan Jakarta yang merupakan hasil dialog untuk NTT oleh Blasius Bapa kepada gubernur NTT, dilanjutkan dengan tarian Ja’i dari Ngada.
Disaat itulah detik-detik duka menghampiri Frans Lebu Raya dalam kegembiraan karena berita tentang seorang bapak yang telah membesarkannya hingga beliau telah menjadi orang nomor satu di NTT telah meninggal dunia. Sehingga acara ramah tamah pun berakhir dengan suasana duka. Sambil mengucapkan turut berduka cita dari para undangan oleh pembawa acara, gubernur/wagub bersama rombongan meninggalkan ruangan dan acarapun berakhir seiring makan malam bersama tanpa rombongan gubernur/wagub. KAMI SEGENAP PANITIA PENYELENGGARA MENGUCAPKAN TURUT BERDUKA CITA ATAS DUKANYA BAPAK GUBERNUR NTT. (bernardtokan).
Ditulis dalam Daftar Blog | Leave a Comment »
Agustus 14, 2008 oleh bernardtokan
PROVISIAT BUATMU AMA LEBU RAYA (FRANS LEBU RAYA) SEMOGA SEJAK SAAT INI ANDA BUKAN HANYA MENJADI MILIK ORANG LAMAHOLOT, TAPI SUDAH MENJADI MILIK BAGIAN WARGA INDONESIA (WARGA NTT). MAKA KAMI HANYA BERPESAN JADILAH SEORANG PEMIMPIN YANG BUKAN UNTUK DISANJUNG, NAMUN LEBIH DARI SEMOGA ISU KEBURUKAN TENTANG ANDA DIJAUHKAN. ………………. PETEN MAAN SARE-SARE TI MAI TOIN TOGE ATA RIBUN RATUN METE OLA DULI LALI ………….. TI NATO ATA GEKA BASA ROI PELEWAN RO”ON AMA ATA RAYA ………..TI LEBU NAI HODE HABAN LAU TENA WAIWURIN NATO DAI TA”AN MURA RAME WELI ARAN ATU MATAN RAE BAKA NURA TUKAN………………………….
Ditulis dalam Tidak terkategori | Leave a Comment »
Agustus 7, 2008 oleh bernardtokan
Tak bisa dipungkiri bahwa masyarakat Adonara kokoh dalam mempertahankan harga diri namun lemah dalam buaian Sang Raya (orang terpandang). Sehingga tidak heran kalau entah sejak kapan tapi sampai sekarang justru para pendatang yang diberikan kesempatan untuk mengkomandoi wilayah dimana sang tamu diterima. Mungkin pada saat itu ada upaya para tamu yang nota bene adalah mungkin lebih maju pola strateginya, atau karena penduduk asli memang sangat menghormati tamu atau begitu lugunya sehingga sampai saat ini justru yang dianggap sebagai yang berstatus sosial lebih terpandang adalah keturunan para tamu. Lalu itu harus diakui karena bagaipun juga keadaan demikian telah berlangsung lama sekali membuat mereka penduduk asli (Lewo alapen) tak meungkin mencabut mandat itu untuk dipangkunya kembali.
Lalu apa kaitannya dengan mudah terpengaruh Sang Raya (Ata Raya)? Katakan saja sang raya itu adalah Simon Hayon dan untuk sementara sebutan ata raya itu ada padanya karena dia seorang bupati Kapupaten Flores Timur, yang belakangan terkesan tidak rasional dalam menyikapi sesuatu yang belum jelas pembenarannya, namun dalam pernyataan serta tindakannya seakan benar adanya. Katakan saja ada pernyataan diiringi tindakan seperti ada upacara di Nobo itu membuktikan bahwa kita orang Adonara gampang dipengaruhi oleh Ata Raya walaupun kokoh dalam pempertahankan harga diri. Maka penting kalau mulai saat sekarang kita perlu membangun prinsip baru untuk tidak dipengaruhi oleh orang lain, terutama dalam hal-hal meyakini sesuatu yang tidak biasanya.
Ditulis dalam Opini | 4 Komentar »
Juli 21, 2008 oleh bernardtokan
Ketika seorang anak Lewotana Adonara melepaskan kakinya dari kampung halaman dia akan mengatakan bahwa “Go lodo pana balik ka’an gelekat Lewotana”. (pergi merantau untuk mencari kerja/mencari ilmu/mencari pengalaman guna mengabdi pada tanah kelahiran/Lewotana). Lalu kata-kata itu telah membawa seseorang kedalam ruang lingkup yang lebih luas dimana Lewotana-Lewotana yang menjadi wilayah NTT adalah merupakan Lewotananya seorang FRANS LEBU RAYA selaku gubernur NUSA TENGGARA TIMUR, sehingga konteks anak Lewotana telah menjadi anak bangsa untuk seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur. Maka Frans Lebu Raya bukan hanya menjadi milik kelurga besar Adanara tapi sudah menjadi milik banyak orang.
MEMBIARKAN BELIAU BERKARYA
Sebagai anak bangsa yang akan bertanggung jawab untuk jutaan orang tidaklah mudah, maka akan lebih baik kita sebagai keluarga cukup memberikan dorangan, mengingatkan dan terus memotivasi serta membiarkan beliau berkarya untuk gelekat ribhun rathun (berbakti buat banyak orang). Semoga sesuatu yang telah menjadi janjinya pada masyarakat akan menjadi kenyataan. Ini yang menjadi harapan kita semua.
Ditulis dalam Opini, Tidak terkategori | 2 Komentar »
Juni 4, 2008 oleh bernardtokan
Merujuk judul diatas, ini merupakan harga mati apbila Adonara ingin lepas dari Flores Timur. Faktor lain yang merupakan kriteria sebagai prasyarat terbentuknya sebuah kabupaten sudah sangat layak, karena pulau Adonara termasuk daerah yang subur seturut struktur tanahnya, apalagi didukung oleh para sarjana asal daerah itu telah menyebar hampir seantero wilayah Nusantara ini. Belum lagi ditambah dengan stok-stok intelektual yang kini masih mendekam diperkampungan pulau itu.
Menyoal fenomena Adonara kapupaten bukan merupakan hal baru, namun penah diperjuangkan oleh para putra daerah Adonara diera orde lama salah satunya adalah Bapak Burhan Kopong dari Witihama yang saat itu masih menyandang perwira kepolisian yang bertugas di Jakarta. Tapi akhirnya harapan itu tenggelam bersama meletusnya G 30 S PKI. Kembali ke mental SDM, perlu ada perubahan mental yang moderat secara signifikan. Karena Mental kita saat ini masih cenderung dipengaruhi oleh kultur daerah dimana kita bersasal dalam lingkup pulau Adonara. Kita tahu bahwa mental kita saat ini telah membentuk rasa solidaritas kedaerahan untuk mempertahankan harga diri masih terlalu berlebihan. Terutama pada timbulnya suatu konflik antar kampung oleh perorangan maupun berkelompok sangat berdampak pada keterlibatan global masyasakat sekitar untuk ikut menambah masalah , sehingga kita sangat membutuhkan figur yang entah dari kalangan masyarakat maupun pemerintah untuk selalu mendorong mental yang mumpuni menjadi mental nasionalisme dalam rangka menyongsong Adonara Kapupaten demi berlangsungnya hidup yang aman, nyaman, damai dan sejahtera bagi anak cucu kita.
……………………………………….. Moie ……………………………………………….
Ditulis dalam Daftar Blog, Opini | Bertanda Add new tag | 18 Komentar »